Rancangan program promosi kesehatan memfokuskan bagaimana program kemitraan pelayanan persalinan terpadu dapat membantu peningkatan upaya keselamatan ibu dengan menjalin kemitraan dengan lintas sektoral yang terkait. Kemitraan mengandung arti saling bertukar pengetahuan, sumberdaya dan komitmen untuk mencapai tujuan bersama. Untuk itu diperlukan sikap saling menghargai dan keterbukaan tentang semua hal.
Kemitraan dengan wanita. Pendekatan partisipasif ini melibatkan kaum ibu mampu mengenali dan menentukan prioritas masalah kesehatan ibu, menyusun rencana pemecahan masalah bersama pemerintah setempat dan melaksanakannya. Beberapa kegiatannya adalah pelatihan dukun bayi, pendidikan dan pelatihan kaum wanita dan pria tentang persalinan yang aman dirumah serta tentang keluarga berencana, mengembangkan persiapan rujukan ke rumah sakit dan mengembangkan materi informasi tentang kesehatan reproduksi.
Kemitraan dengan masyarakat dan dukun bayi. Pelatihan petugas dalamn upaya keselamatan ibu tidaklah lengkap tanpa penyuluhan dan motivasi terhadap keluarga, masyarakat dan dukun bayi.
Kemitraan dengan bidan. Perlu dilakukan dengan asosiasi kebidanan (IBI) dalam mendukung pelayanan kesehatan reproduksi. Melalui asosiasi ini diharapkan para bidan mengikuti program pelatihan kesehatan reproduksi yang mencakup penanganan kegawatan obstetri, pencegahan infeksi dan keluarga berencana. Perhatian utama organisasi ini adalah memaksimalkan kebijakan dan dukungan teknis yang lestari dalam menjaga kualitas pelayanan kesehatan ibu.
Kemitraan dengan penentu kebijakan. Kemitraan antara lembaga pembangunan, donor dan pemerintah diperlukan dalam keberhasilan kegiatan keselamatan ibu. Kemitraan ini telah dilaksanakan didaerah Tanjungsari, menunjukkan kemitraan antara penyandang dana, pelayanan kesehatan pemerintah, tokoh masyarakat. Komitmen nasional terhadap kesehatan ibu oleh Bapenas dan Depkes memberikan lingkungan yang mendukung pelayanan kesehatan ibu. Pemerintah telah menempatkan satu bidan disetiap desa dengan mendidik 55.000 bidan didesa dalam kurun waktu delapan tahun. Pondok bersalin desa dilayani oleh bidan, dukun bayi, dan kader disediakan untuk memberikan pelayanan antenatal dan persalinan ditingkat desa.
Disamping itu, kegiatan komunikasi, informasi dan edukasi dilaksanakan untuk mendukung kegiatan ini serta disediakan sarana komunikasi radio dengan fasilitas merespon obstetri gawat.
Agar upaya keselamatan ibu tidak hanya sekedar retorika tetapi menjadi kenyataan diperlukan komitmen kuat dari penentu kebijakan, pengelola program dan masyarakat. Implikasi program keselamatan ibu mencakup hal berikut:
Menjamin kehadiran tenaga kesehatan pada setiap persalinan
Memperluas akses terhadap pelayanan kebidanan ditingkat masyarakat
Meningkatkan akses terhadap pelayanan obstetri esensial, termasuk pelayanan gawat darurat
Menyediakan pelayanan terpadu kesehatan reproduksi termasuk keluarga berencana dan pelayanan pasca aborsi
Menjamin kesinambungan pelayanan yang berhubungan dengan sarana rujukan dan didukung oleh bahan habis pakai, alat, obat dan transportasi yang memadai.
Beberapa Kegiatan dalam menurunkan AKI yaitu :
1. Peningkatan kualitas dan cakupan pelayanan, melalui :
a. Pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan antara lain berupa penyediaan tenaga bidan di desa, kesinambungan keberadaan bidan desa, penyediaan fasilitas pertolongan persalinan pada polindes/pustu dan puskesmas, kemitraan bidan dan dukun bayi, serta berbagai pelatihan bagi petugas.
b. Penyediaan pelayanan kegawatdaruratan yang berkualitas dan sesuai standar, antara lain bidan desa di polindes/pustu, puskesmas PONED (Pelayanan Obstetri Neonatal Emergency Dasar), Rumah sakit PONEK (Pelayanan Obstetri Neonatal Emergency Kualitas) 24 jam
c. Mencegah terjadinya kehamilan yang tidak diinginkan dan penanganan komplikasi keguguran, antara lain dalam bentuk KIE untuk mencegah terjadinya 4 terlalu, pelayanan KB berkualitas pasca persalinan dan pasca keguguran, pelayanan asuhan pasca keguguran, meningkatkan partisipasi aktif pria
d. Pemantapan kerjasama lintas program dan sektor, antara lain dengan jalan menjalin kemitraan dengan pemda, organisasi profesi (IDI, POGI, IDAI, IBI, PPNI), Perinasia, PMI, LSM dan berbagai swasta.
e. Peningkatan partisipasi perempuan, keluarga dan masyarakat, antara lain dalam bentuk meningkatkan pengetahuan tentang tanda bahaya, pencegahan terlambat 1 dan 2, serta menyediakan buku KIA. Kesiapan keluarga dan masyarakat dalam menghadapi persalinan dan kegawatdaruratan (dana, transportasi, donor darah), jaga selama hamil, cegah 4 terlalu, penyediaan dan pemanfaatan yankes ibu dan bayi, partisipasi dalam jaga mutu pelayanan
2. Peningkatan kapasitas manajemen pengelola program, melalui peningkatan kemampuan pengelola program agar mampu melaksanakan, merencanakan dan mengevaluasi kegiatan (P1 – P2 – P3) sesuai kondisi daerah.
3. Sosialisasi dan advokasi , melalui penyusunan hasil informasi cakupan program dan data informasi tentang masalah yang dihadapi daerah sebagai substansi untuk sosialisasi dan advokasi. Kepada para penentu kebijakan agar lebih berpihak kepada kepentingan ibu dan anak.
Melalui berbagai upaya antara lain peningkatan pelayanan kesehatan, peningkatan kemampuan petugas serta melalui dukungan dan kemitraan berbagai pihak akan sangat menentukan upaya penurunan AKI terutama dengan memperhatikan 3 pesan kunci MPS.
Strategi berbasis masyarakat yang akan mendukung tercapainya tujuan upaya keselamatan ibu meliputi:
Melibatkan anggota masyarakat, khususnya wanita dan pelaksana pelayanan setempat, dalam upaya memperbaiki kesehatan ibu.
Bekerjasama dengan masyarakat, wanita, keluarga dan dukun/pengobat untuk mengubah sikap terhadap keterlambatan mendapat pertolongan.
Menyediakan pendidikan masyarakat untuk meningkatkan kesadaran tentang komplikasi obstetri serta kapan dan dimana mencari pertolongan.
Konsep pengembangan sistem informasi dan pola rujukan dalam peningkatan Upaya kesehatan ibu dapat dimulai dari dukun bayi yang masih menjadi ujung tombak dalam pelayanan persalinan diharapkan telah menjadi bagian tenaga pendampingan yang menjadi bagian integral kemitraan pelayanan persalinan. Penemuan kasus persalinan akan dirujuk oleh dukun bayi ke bidan desa yang kemudian akan dirujuk kepada tingkat yang lebih tinggi (dokter/bidan ditingkat Puskesmas, dokter/bidan rumah sakit tingkat kabupaten/kota dan dokter/bidan rumah sakit tingkat propinsi). Namun demikan alur informasi dapat dirujuk ke jenjang lebih tinggi mengingat kasus kematian persalinan masih banyak terjadi karena keterlambatan dalam memberikan pertolongan persalinan.
Promosi kesehatan dalam sistem informasi diarahkan bagaimana informasi tentang persalinan secepat mungkin sampai kepada masyarakat, tenaga kesehatan yang menolong persalinan sehingga tindakan dini dapat dilakukan dalam menolong persalinan.
Media komunikasi seperti keberadaan handpone dapat dijadikan sebagai sarana dalam menyampaikan informasi persalinan kepada bidan yang akan menolong persalinan. Demikian juga untuk daerah yang sudah maju Dinas Kesehatan perlu merancang media informasi yang dapat diakses secara online melalui pembuatan website tentang kesehatan ibu dan anak. Sehingga melalui website ini masyarakat dapat dengan mudah memperoleh informasi tentang kesehatan termasuk informasi tentang peningkatan upaya keselamatan ibu dalam proses persalinan.
Selasa, 16 November 2010
Materi Kesehatan: Perkembangan Janin Trimester 2
bawah judul
Perkembangan Janin Trimester 2
MINGGU KE-13
Panjang janin (dari puncak kepala sampai sakrum/bokong) ditaksir sekitar 65-78 mm dengan berat kira-kira 20 gram. Rahim dapat teraba kira-kira 10 cm di bawah pusar. Pertumbuhan kepala bayi yang saat ini kira-kira separuh panjang janin mengalami perlambatan dibanding bagian tubuh lainnya. Perlambatan ini berlangsung terus, hingga di akhir kehamilan akan tampak proporsional, yakni kira-kira tinggal
sepertiga panjang tubuhnya.
Kedua cikal bakal matanya makin hari kian bergeser ke bagian depan wajah meski masih terpisah jauh satu sama lain. Sementara telinga bagian luar terus berkembang dan menyerupai telinga normal. Kulit janin yang masih sangat tipis membuat pembuluh darah terlihat jelas di bawah kulitnya.
Seluruh tubuh janin ditutupi rambut-rambut halus yang disebut lanugo. Kerangka/tulang belulangnya sudah terbentuk di minggu-minggu sebelumnya dan di minggu-minggu selanjutnya akan berosifikasi/menahan kalsium dengan sangat cepat, hingga tulangnya jadi lebih keras.
MINGGU KE-14
Panjangnya mencapai kisaran 80-an mm atau 8 cm dengan berat sekitar 25 gram. Telinga janin menempati posisi normal di sisi kiri dan kanan kepala. Demikian pula mata mengarah ke posisi sebenarnya. Leher pun
terus memanjang sementara dagu tak lagi menyatu ke dada. Sedangkan alat-alat kelamin bagian luar juga berkembang lebih nyata, hingga lebih mudah membedakan jenis kelaminnya.
Bahkan, di rumah-rumah sakit besar atau rumah sakit pendidikan dengan alat-alat bantu yang serba canggih, seluruh perkembangannya bisa dipantau. Semisal bagaimana perkembangan otak, mata dan ginjalnya. Juga bisa diketahui apakah ada anusnya atau tidak, paru-parunya berkembang baik atau tidak, saluran pencernaannya mengalami penyempitan atau tidak, serta adakah kebocoran pada klep atau bagian
lain dari jantung. Termasuk jika terlihat kecacatan berupa bibir sumbing atau kelainan jemari, seumpama jari dempet. Sayangnya, meski bisa diketahui sejak masa janin, kelainan/gangguan tadi tak bisa ditangani selagi masih di rahim seperti halnya di negara-negara maju.
MINGGU KE-15
Panjang janin sekitar 10-11 cm dengan berat kira-kira 80 gram. Kehamilan makin terlihat, hingga demi kenyamanan si ibu maupun janinnya, amat dianjurkan mulai mengenakan baju hamil. Sebab, kulit dan otot-otot, terutama di sekitar perut akan melar karena mengalami peregangan luar biasa guna mengakomodasi pembesaran rahim. Garis-garis regangan yang disebut striae umumnya muncul di daerah perut, payudara, bokong dan panggul. Boleh-boleh saja memakai lotion/losion khusus sekadar untuk menyamarkannya karena memang tak mungkin hilang.
Namun dianjurkan tak memakai krim jenis steroid semisal hidrokortison yang dikhawatirkan bakal terserap ke dalam sistem peredaran darah ibu dan bisa mengacaukan kerja hormonal.
MINGGU KE-16
Kini panjangnya mencapai taksiran 12 cm dengan berat kira-kira 100 gram. Refleks gerak bisa dirasakan ibu, meski masih amat sederhana yang biasanya terasa sebagai kedutan. Rambut halus di atas bibir atas dan alis mata juga tampak melengkapi lanugo yang memenuhi seluruh tubuhnya. Bahkan, jari-jemari kaki dan tangannya dilengkapi dengan sebentuk kuku. Tungkai kaki yang di awal pembentukannya muncul
belakangan, kini lebih panjang daripada lengan.
Pada usia ini janin memproduksi alfafetoprotein, yaitu protein yang hanya dijumpai pada darah ibu hamil. Bila kadar protein ini berlebih bisa merupakan pertanda ada masalah serius pada janin, seperti spina bifida, yakni kelainan kongenital yang berkaitan dengan saraf tulang belakang. Sebaliknya, kadar alfafetoprotein yang rendah bersignifikasi dengan Sindrom Down. Sementara jumlah alfafetoprotein ini sendiri dapat diukur dengan pemeriksaan air ketuban/amniosentesis dengan menyuntikkan jarum khusus lewat dinding perut ibu.
Sistem pencernaan janin pun mulai menjalankan fungsinya. Dalam waktu 24 jam janin menelan air ketuban sekitar 450-500 ml. Hati yang berfungsi membentuk darah, melakukan metabolisme hemoglobin dan bilirubin, lalu mengubahnya jadi biliverdin yang disalurkan ke usus sebagai bahan sisa metabolisme. Bila terjadi asfiksia (gangguan oksigenasi) akan muncul rangsangan yang membuat gerak peristaltik usus janin meningkat sekaligus terbukanya sfingter ani (”klep” anus). Akibatnya, janin mengeluarkan mekoneum yang membuat air ketuban jadi kehijauan.
Di usia ini, janin juga mulai mampu mengenali dan mendengar suara-suara dari luar kantong ketuban. Termasuk detak jantung ibu bahkan suara-suara di luar diri si ibu, seperti suara gaduh atau teriakan maupun sapaan lembut.
MINGGU KE-17
Panjang tubuh janin meningkat lebih pesat ketimbang lebarnya, menjadi 13 cm dengan berat sekitar 120 gram, hingga bentuk rahim terlihat oval dan bukan membulat. Akibatnya, rahim terdorong dari rongga panggul mengarah ke rongga perut. Otomatis usus ibu terdorong nyaris mencapai daerah hati, hingga kerap terasa menusuk ulu hati.
Pertumbuhan rahim yang pesat ini pun membuat ligamen-ligamen meregang, terutama bila ada gerakan mendadak. Rasa nyeri atau tak nyaman ini disebut nyeri ligamen rotundum. Oleh karena itu amat disarankan menjaga sikap tubuh dan tak melakukan gerakan-gerakan mendadak atau yang menimbulkan peregangan.
Lemak yang juga sering disebut jaringan adiposa mulai terbentuk di bawah kulit bayi yang semula sedemikian tipis pada minggu ini dan minggu-minggu berikutnya. Lemak ini berperan penting untuk menjaga kestabilan suhu dan metabolisme tubuh. Sementara pada beberapa ibu yang pernah hamil, gerakan bayi mulai bisa dirasakan di minggu ini. Kendati masih samar dan tak selalu bisa dirasakan setiap saat sepanjang hari. Sedangkan bila kehamilan tersebut merupakan kehamilan pertama, gerakan yang sama umumnya baru mulai bisa dirasakan pada minggu ke-20.
MINGGU KE-18
Taksiran panjang janin adalah 14 cm dengan berat sekitar 150 gram. Rahim dapat diraba tepat di bawah pusar, ukurannya kira-kira sebesar buah semangka. Pertumbuhan rahim ke depan akan mengubah keseimbangan tubuh ibu. Sementara peningkatan mobilitas persendian ikut mempengaruhi perubahaan postur tubuh sekaligus menyebabkan keluhan punggung. Keluhan ini makin bertambah bila kenaikan berat badan tak terkendali. Untuk mengatasinya, biasakan berbaring miring ke kiri, hindari berdiri terlalu lama dan mengangkat beban berat. Selain itu, sempatkan sesering mungkin mengistirahatkan kaki dengan mengangkat/mengganjalnya pakai bantal.
Mulai usia ini hubungan interaktif antara ibu dan janinnya kian terjalin erat. Tak mengherankan setiap kali si ibu gembira, sedih, lapar atau merasakan hal lain, janin pun merasakan hal sama.
MINGGU KE-19
Panjang janin diperkirakan 13-15 cm dengan taksiran berat 200 gram. Sistem saraf janin yang terbentuk di minggu ke-4, di minggu ini makin sempurna perkembangannya, yakni dengan diproduksi cairan serebrospinalis yang mestinya bersirkulasi di otak dan saraf tulang belakang tanpa hambatan. Nah, jika lubang yang ada tersumbat atau aliran cairan tersebut terhalang oleh penyebab apa pun, kemungkinan besar terjadi hidrosefalus/penumpukan cairan di otak. Jumlah cairan yang terakumulasi biasanya sekitar 500-1500 ml, namun bisa mencapai 5 liter! Penumpukan ini jelas berdampak fatal mengingat betapa banyak jumlah jaringan otak janin yang tertekan oleh cairan tadi.
MINGGU KE-20
Panjang janin mencapai kisaran 14-16 cm dengan berat sekitar 260 gram. Kulit yang menutupi tubuh janin mulai bisa dibedakan menjadi dua lapisan, yakni lapisan epidermis yang terletak di permukaan dan lapisan dermis yang merupakan lapisan dalam. Epidermis selanjutnya akan membentuk pola-pola tertentu pada ujung jari, telapak tangan maupun telapak kaki. Sedangkan lapisan dermis mengandung pembuluh-pembuluh darah kecil, saraf dan sejumlah besar lemak.
Seiring perkembangannya yang pesat, kebutuhan darah janin pun meningkat tajam. Agar anemia tak mengancam kehamilan, ibu harus mencukupi kebutuhannya akan asupan zat besi, baik lewat konsumsi makanan bergizi seimbang maupun suplemen yang dianjurkan dokter.
MINGGU KE-21
Beratnya sekitar 350 gram dengan panjang kira-kira 18 cm. Pada minggu ini, berbagai sistem organ tubuh mengalami pematangan fungsi dan perkembangan.
Dengan perut yang kian membuncit dan keseimbangan tubuh yang terganggu, bukan saatnya lagi melakukan olahraga kontak seperti basket yang kemungkinan terjatuhnya besar. Hindari pula olahraga peregangan ataupun yang bersikap kompetitif, semisal golf atau bahkan lomba lari.
MINGGU KE-22
Dengan berat mencapai taksiran 400-500 gram dan panjang sekitar 19 cm, si ibu kian mampu beradaptasi dengan kehamilannya. Kekhawatiran bakal terjadi keguguran juga sudah pupus. Tak heran bila ibu amat menikmatinya karena keluhan mual-muntah sudah berlalu dan kini nafsu makannya justru sedang menggebu, hingga ia mesti berhati-hati agar tak terjadi pertambahan berat badan yang berlebih.
Ciri khas usia kehamilan ini adalah substansi putih mirip pasta penutup kulit tubuh janin yang disebut vernix caseosa. Fungsinya melindungi kulit janin terhadap cairan ketuban maupun kelak saat berada di jalan lahir. Di usia ini pula kelopak mata mulai menjalankan fungsinya untuk melindungi mata dengan gerakan menutup dan membuka. Jantung janin yang terbentuk di minggu ke-5 pun mengalami “modifikasi” sedemikian rupa dan mulai menjalankan fungsinya memompa darah sebagai persiapannya kelak saat lahir ke dunia.
MINGGU KE-23
Tubuh janin tak lagi terlihat kelewat ringkih karena bertambah montok dengan berat hampir mencapai 550 gram dan panjang sekitar 20 cm. Kendati begitu, kulitnya masih tampak keriput karena kandungan lemak di bawah kulitnya tak sebanyak saat ia dilahirkan kelak. Namun wajah dan tubuhnya secara keseluruhan amat mirip dengan penampilannya sewaktu dilahirkan nanti. Hanya saja rambut lanugo yang menutup
sekujur tubuhnya kadang berwarna lebih gelap di usia kehamilan ini.
MINGGU KE-24
Janin makin terlihat berisi dengan berat yang diperkirakan mencapai 600 gram dan panjang sekitar 21 cm. Rahim terletak sekitar 5 cm di atas pusar atau sekitar 24 cm di atas simfisis pubis/tulang kemaluan. Kelopak-kelopak matanya kian sempurna dilengkapi bulu mata. Pendengarannya berfungsi penuh. Terbukti, janin mulai bereaksi dengan menggerakkan tubuhnya secara lembut jika mendengar irama musik yang disukainya. Begitu juga ia akan menunjukkan respon khas saat mendengar suara-suara bising atau teriakan yang tak disukainya.
MINGGU KE-25
Berat bayi kini mencapai sekitar 700 gram dengan panjang dari puncak kepala sampai bokong kira-kira 22 cm. Sementara jarak dari puncak rahim ke simfisis pubis sekitar 25 cm. Bila ada indikasi medis, umumnya akan dilakukan USG berseri seminggu 2 kali untuk melihat apakah perkembangan bayi terganggu atau tidak. Yang termasuk indikasi medis di antaranya hipertensi ataupun preeklampsia yang membuat
pembuluh darah menguncup, hingga suplai nutrisi jadi terhambat. Akibatnya, terjadi IUGR (Intra Uterin Growth Retardation atau perkembangan janin terhambat). Begitu juga bila semula tidak ada, tiba-tiba muncul gangguan asma selama kehamilan.
Jika dari hasil pantauan ternyata tak terjadi perkembangan semestinya, akan dipertimbangkan untuk membesarkan janin di luar rahim dengan mengakhiri kehamilan. Tentu saja harus ada sejumlah syarat ketat yang mengikuti. Di antaranya, rumah sakit yang merawat bayi-bayi prematur haruslah rumah sakit bersalin khusus yang lengkap dengan ahli-ahli neonatologi (ahli anak yang mengkhususkan diri pada
spesialisasi perawatan bayi baru lahir sampai usia 40 hari). Selain fasilitas NICU (neonatal intensive Care Unit).
MINGGU KE-26
Di usia ini berat bayi diperkirakan hampir mencapai 850 gram dengan panjang dari bokong dan puncak kepala sekitar 23 cm. Denyut jantung sudah jelas-jelas terdengar, normalnya 120-160 denyut per menit. Ketidaknormalan seputar denyut jantung harus dicermati karena bukan tak mungkin merupakan gejala ada keluhan serius.
Sementara rasa tak nyaman berupa keluhan nyeri pinggang, kram kaki dan sakit kepala akan lebih sering dirasakan si ibu. Begitu juga keluhan nyeri di bawah tulang rusuk dan perut bagian bawah, terutama saat bayi bergerak. Sebab, rahim jadi makin besar yang akan memberi tekanan pada semua organ tubuh. Termasuk usus kecil, kantung kemih dan rektum. Tak jarang ibu hamil jadi terkena sembelit, namun terpaksa bolak-balik ke kamar mandi karena beser.
MINGGU KE-27
Bayi kini beratnya melebihi 1000 gram. Panjang totalnya mencapai 34 cm dengan panjang bokong ke puncak kepala sekitar 24 cm. Di minggu ini kelopak mata mulai membuka. Sementara retina yang berada di bagian belakang mata, membentuk lapisan-lapisan yang berfungsi menerima cahaya dan informasi mengenai pencahayaan itu sekaligus meneruskannya ke otak.
Jika terjadi “kesalahan” pembentukan lapisan-lapisan inilah yang kelak memunculkan katarak kongenital/bawaan saat bayi dilahirkan. Lensa jadi berkabut atau keputihan. Walaupun dipicu oleh faktor genetik, katarak bawaan ini ditemukan pada anak-anak yang dilahirkan oleh ibu yang terserang rubella pada usia kehamilan di minggu-minggu akhir trimester dua.
Lebih lengkap disini: Materi Kesehatan: Perkembangan Janin Trimester 2 | kumpulan askep askeb | download KTI Skripsi | asuhan keperawatan kebidanan
http://terselubung.cz.cc/
Perkembangan Janin Trimester 2
MINGGU KE-13
Panjang janin (dari puncak kepala sampai sakrum/bokong) ditaksir sekitar 65-78 mm dengan berat kira-kira 20 gram. Rahim dapat teraba kira-kira 10 cm di bawah pusar. Pertumbuhan kepala bayi yang saat ini kira-kira separuh panjang janin mengalami perlambatan dibanding bagian tubuh lainnya. Perlambatan ini berlangsung terus, hingga di akhir kehamilan akan tampak proporsional, yakni kira-kira tinggal
sepertiga panjang tubuhnya.
Kedua cikal bakal matanya makin hari kian bergeser ke bagian depan wajah meski masih terpisah jauh satu sama lain. Sementara telinga bagian luar terus berkembang dan menyerupai telinga normal. Kulit janin yang masih sangat tipis membuat pembuluh darah terlihat jelas di bawah kulitnya.
Seluruh tubuh janin ditutupi rambut-rambut halus yang disebut lanugo. Kerangka/tulang belulangnya sudah terbentuk di minggu-minggu sebelumnya dan di minggu-minggu selanjutnya akan berosifikasi/menahan kalsium dengan sangat cepat, hingga tulangnya jadi lebih keras.
MINGGU KE-14
Panjangnya mencapai kisaran 80-an mm atau 8 cm dengan berat sekitar 25 gram. Telinga janin menempati posisi normal di sisi kiri dan kanan kepala. Demikian pula mata mengarah ke posisi sebenarnya. Leher pun
terus memanjang sementara dagu tak lagi menyatu ke dada. Sedangkan alat-alat kelamin bagian luar juga berkembang lebih nyata, hingga lebih mudah membedakan jenis kelaminnya.
Bahkan, di rumah-rumah sakit besar atau rumah sakit pendidikan dengan alat-alat bantu yang serba canggih, seluruh perkembangannya bisa dipantau. Semisal bagaimana perkembangan otak, mata dan ginjalnya. Juga bisa diketahui apakah ada anusnya atau tidak, paru-parunya berkembang baik atau tidak, saluran pencernaannya mengalami penyempitan atau tidak, serta adakah kebocoran pada klep atau bagian
lain dari jantung. Termasuk jika terlihat kecacatan berupa bibir sumbing atau kelainan jemari, seumpama jari dempet. Sayangnya, meski bisa diketahui sejak masa janin, kelainan/gangguan tadi tak bisa ditangani selagi masih di rahim seperti halnya di negara-negara maju.
MINGGU KE-15
Panjang janin sekitar 10-11 cm dengan berat kira-kira 80 gram. Kehamilan makin terlihat, hingga demi kenyamanan si ibu maupun janinnya, amat dianjurkan mulai mengenakan baju hamil. Sebab, kulit dan otot-otot, terutama di sekitar perut akan melar karena mengalami peregangan luar biasa guna mengakomodasi pembesaran rahim. Garis-garis regangan yang disebut striae umumnya muncul di daerah perut, payudara, bokong dan panggul. Boleh-boleh saja memakai lotion/losion khusus sekadar untuk menyamarkannya karena memang tak mungkin hilang.
Namun dianjurkan tak memakai krim jenis steroid semisal hidrokortison yang dikhawatirkan bakal terserap ke dalam sistem peredaran darah ibu dan bisa mengacaukan kerja hormonal.
MINGGU KE-16
Kini panjangnya mencapai taksiran 12 cm dengan berat kira-kira 100 gram. Refleks gerak bisa dirasakan ibu, meski masih amat sederhana yang biasanya terasa sebagai kedutan. Rambut halus di atas bibir atas dan alis mata juga tampak melengkapi lanugo yang memenuhi seluruh tubuhnya. Bahkan, jari-jemari kaki dan tangannya dilengkapi dengan sebentuk kuku. Tungkai kaki yang di awal pembentukannya muncul
belakangan, kini lebih panjang daripada lengan.
Pada usia ini janin memproduksi alfafetoprotein, yaitu protein yang hanya dijumpai pada darah ibu hamil. Bila kadar protein ini berlebih bisa merupakan pertanda ada masalah serius pada janin, seperti spina bifida, yakni kelainan kongenital yang berkaitan dengan saraf tulang belakang. Sebaliknya, kadar alfafetoprotein yang rendah bersignifikasi dengan Sindrom Down. Sementara jumlah alfafetoprotein ini sendiri dapat diukur dengan pemeriksaan air ketuban/amniosentesis dengan menyuntikkan jarum khusus lewat dinding perut ibu.
Sistem pencernaan janin pun mulai menjalankan fungsinya. Dalam waktu 24 jam janin menelan air ketuban sekitar 450-500 ml. Hati yang berfungsi membentuk darah, melakukan metabolisme hemoglobin dan bilirubin, lalu mengubahnya jadi biliverdin yang disalurkan ke usus sebagai bahan sisa metabolisme. Bila terjadi asfiksia (gangguan oksigenasi) akan muncul rangsangan yang membuat gerak peristaltik usus janin meningkat sekaligus terbukanya sfingter ani (”klep” anus). Akibatnya, janin mengeluarkan mekoneum yang membuat air ketuban jadi kehijauan.
Di usia ini, janin juga mulai mampu mengenali dan mendengar suara-suara dari luar kantong ketuban. Termasuk detak jantung ibu bahkan suara-suara di luar diri si ibu, seperti suara gaduh atau teriakan maupun sapaan lembut.
MINGGU KE-17
Panjang tubuh janin meningkat lebih pesat ketimbang lebarnya, menjadi 13 cm dengan berat sekitar 120 gram, hingga bentuk rahim terlihat oval dan bukan membulat. Akibatnya, rahim terdorong dari rongga panggul mengarah ke rongga perut. Otomatis usus ibu terdorong nyaris mencapai daerah hati, hingga kerap terasa menusuk ulu hati.
Pertumbuhan rahim yang pesat ini pun membuat ligamen-ligamen meregang, terutama bila ada gerakan mendadak. Rasa nyeri atau tak nyaman ini disebut nyeri ligamen rotundum. Oleh karena itu amat disarankan menjaga sikap tubuh dan tak melakukan gerakan-gerakan mendadak atau yang menimbulkan peregangan.
Lemak yang juga sering disebut jaringan adiposa mulai terbentuk di bawah kulit bayi yang semula sedemikian tipis pada minggu ini dan minggu-minggu berikutnya. Lemak ini berperan penting untuk menjaga kestabilan suhu dan metabolisme tubuh. Sementara pada beberapa ibu yang pernah hamil, gerakan bayi mulai bisa dirasakan di minggu ini. Kendati masih samar dan tak selalu bisa dirasakan setiap saat sepanjang hari. Sedangkan bila kehamilan tersebut merupakan kehamilan pertama, gerakan yang sama umumnya baru mulai bisa dirasakan pada minggu ke-20.
MINGGU KE-18
Taksiran panjang janin adalah 14 cm dengan berat sekitar 150 gram. Rahim dapat diraba tepat di bawah pusar, ukurannya kira-kira sebesar buah semangka. Pertumbuhan rahim ke depan akan mengubah keseimbangan tubuh ibu. Sementara peningkatan mobilitas persendian ikut mempengaruhi perubahaan postur tubuh sekaligus menyebabkan keluhan punggung. Keluhan ini makin bertambah bila kenaikan berat badan tak terkendali. Untuk mengatasinya, biasakan berbaring miring ke kiri, hindari berdiri terlalu lama dan mengangkat beban berat. Selain itu, sempatkan sesering mungkin mengistirahatkan kaki dengan mengangkat/mengganjalnya pakai bantal.
Mulai usia ini hubungan interaktif antara ibu dan janinnya kian terjalin erat. Tak mengherankan setiap kali si ibu gembira, sedih, lapar atau merasakan hal lain, janin pun merasakan hal sama.
MINGGU KE-19
Panjang janin diperkirakan 13-15 cm dengan taksiran berat 200 gram. Sistem saraf janin yang terbentuk di minggu ke-4, di minggu ini makin sempurna perkembangannya, yakni dengan diproduksi cairan serebrospinalis yang mestinya bersirkulasi di otak dan saraf tulang belakang tanpa hambatan. Nah, jika lubang yang ada tersumbat atau aliran cairan tersebut terhalang oleh penyebab apa pun, kemungkinan besar terjadi hidrosefalus/penumpukan cairan di otak. Jumlah cairan yang terakumulasi biasanya sekitar 500-1500 ml, namun bisa mencapai 5 liter! Penumpukan ini jelas berdampak fatal mengingat betapa banyak jumlah jaringan otak janin yang tertekan oleh cairan tadi.
MINGGU KE-20
Panjang janin mencapai kisaran 14-16 cm dengan berat sekitar 260 gram. Kulit yang menutupi tubuh janin mulai bisa dibedakan menjadi dua lapisan, yakni lapisan epidermis yang terletak di permukaan dan lapisan dermis yang merupakan lapisan dalam. Epidermis selanjutnya akan membentuk pola-pola tertentu pada ujung jari, telapak tangan maupun telapak kaki. Sedangkan lapisan dermis mengandung pembuluh-pembuluh darah kecil, saraf dan sejumlah besar lemak.
Seiring perkembangannya yang pesat, kebutuhan darah janin pun meningkat tajam. Agar anemia tak mengancam kehamilan, ibu harus mencukupi kebutuhannya akan asupan zat besi, baik lewat konsumsi makanan bergizi seimbang maupun suplemen yang dianjurkan dokter.
MINGGU KE-21
Beratnya sekitar 350 gram dengan panjang kira-kira 18 cm. Pada minggu ini, berbagai sistem organ tubuh mengalami pematangan fungsi dan perkembangan.
Dengan perut yang kian membuncit dan keseimbangan tubuh yang terganggu, bukan saatnya lagi melakukan olahraga kontak seperti basket yang kemungkinan terjatuhnya besar. Hindari pula olahraga peregangan ataupun yang bersikap kompetitif, semisal golf atau bahkan lomba lari.
MINGGU KE-22
Dengan berat mencapai taksiran 400-500 gram dan panjang sekitar 19 cm, si ibu kian mampu beradaptasi dengan kehamilannya. Kekhawatiran bakal terjadi keguguran juga sudah pupus. Tak heran bila ibu amat menikmatinya karena keluhan mual-muntah sudah berlalu dan kini nafsu makannya justru sedang menggebu, hingga ia mesti berhati-hati agar tak terjadi pertambahan berat badan yang berlebih.
Ciri khas usia kehamilan ini adalah substansi putih mirip pasta penutup kulit tubuh janin yang disebut vernix caseosa. Fungsinya melindungi kulit janin terhadap cairan ketuban maupun kelak saat berada di jalan lahir. Di usia ini pula kelopak mata mulai menjalankan fungsinya untuk melindungi mata dengan gerakan menutup dan membuka. Jantung janin yang terbentuk di minggu ke-5 pun mengalami “modifikasi” sedemikian rupa dan mulai menjalankan fungsinya memompa darah sebagai persiapannya kelak saat lahir ke dunia.
MINGGU KE-23
Tubuh janin tak lagi terlihat kelewat ringkih karena bertambah montok dengan berat hampir mencapai 550 gram dan panjang sekitar 20 cm. Kendati begitu, kulitnya masih tampak keriput karena kandungan lemak di bawah kulitnya tak sebanyak saat ia dilahirkan kelak. Namun wajah dan tubuhnya secara keseluruhan amat mirip dengan penampilannya sewaktu dilahirkan nanti. Hanya saja rambut lanugo yang menutup
sekujur tubuhnya kadang berwarna lebih gelap di usia kehamilan ini.
MINGGU KE-24
Janin makin terlihat berisi dengan berat yang diperkirakan mencapai 600 gram dan panjang sekitar 21 cm. Rahim terletak sekitar 5 cm di atas pusar atau sekitar 24 cm di atas simfisis pubis/tulang kemaluan. Kelopak-kelopak matanya kian sempurna dilengkapi bulu mata. Pendengarannya berfungsi penuh. Terbukti, janin mulai bereaksi dengan menggerakkan tubuhnya secara lembut jika mendengar irama musik yang disukainya. Begitu juga ia akan menunjukkan respon khas saat mendengar suara-suara bising atau teriakan yang tak disukainya.
MINGGU KE-25
Berat bayi kini mencapai sekitar 700 gram dengan panjang dari puncak kepala sampai bokong kira-kira 22 cm. Sementara jarak dari puncak rahim ke simfisis pubis sekitar 25 cm. Bila ada indikasi medis, umumnya akan dilakukan USG berseri seminggu 2 kali untuk melihat apakah perkembangan bayi terganggu atau tidak. Yang termasuk indikasi medis di antaranya hipertensi ataupun preeklampsia yang membuat
pembuluh darah menguncup, hingga suplai nutrisi jadi terhambat. Akibatnya, terjadi IUGR (Intra Uterin Growth Retardation atau perkembangan janin terhambat). Begitu juga bila semula tidak ada, tiba-tiba muncul gangguan asma selama kehamilan.
Jika dari hasil pantauan ternyata tak terjadi perkembangan semestinya, akan dipertimbangkan untuk membesarkan janin di luar rahim dengan mengakhiri kehamilan. Tentu saja harus ada sejumlah syarat ketat yang mengikuti. Di antaranya, rumah sakit yang merawat bayi-bayi prematur haruslah rumah sakit bersalin khusus yang lengkap dengan ahli-ahli neonatologi (ahli anak yang mengkhususkan diri pada
spesialisasi perawatan bayi baru lahir sampai usia 40 hari). Selain fasilitas NICU (neonatal intensive Care Unit).
MINGGU KE-26
Di usia ini berat bayi diperkirakan hampir mencapai 850 gram dengan panjang dari bokong dan puncak kepala sekitar 23 cm. Denyut jantung sudah jelas-jelas terdengar, normalnya 120-160 denyut per menit. Ketidaknormalan seputar denyut jantung harus dicermati karena bukan tak mungkin merupakan gejala ada keluhan serius.
Sementara rasa tak nyaman berupa keluhan nyeri pinggang, kram kaki dan sakit kepala akan lebih sering dirasakan si ibu. Begitu juga keluhan nyeri di bawah tulang rusuk dan perut bagian bawah, terutama saat bayi bergerak. Sebab, rahim jadi makin besar yang akan memberi tekanan pada semua organ tubuh. Termasuk usus kecil, kantung kemih dan rektum. Tak jarang ibu hamil jadi terkena sembelit, namun terpaksa bolak-balik ke kamar mandi karena beser.
MINGGU KE-27
Bayi kini beratnya melebihi 1000 gram. Panjang totalnya mencapai 34 cm dengan panjang bokong ke puncak kepala sekitar 24 cm. Di minggu ini kelopak mata mulai membuka. Sementara retina yang berada di bagian belakang mata, membentuk lapisan-lapisan yang berfungsi menerima cahaya dan informasi mengenai pencahayaan itu sekaligus meneruskannya ke otak.
Jika terjadi “kesalahan” pembentukan lapisan-lapisan inilah yang kelak memunculkan katarak kongenital/bawaan saat bayi dilahirkan. Lensa jadi berkabut atau keputihan. Walaupun dipicu oleh faktor genetik, katarak bawaan ini ditemukan pada anak-anak yang dilahirkan oleh ibu yang terserang rubella pada usia kehamilan di minggu-minggu akhir trimester dua.
Lebih lengkap disini: Materi Kesehatan: Perkembangan Janin Trimester 2 | kumpulan askep askeb | download KTI Skripsi | asuhan keperawatan kebidanan
http://terselubung.cz.cc/
Pengertian Filsafat adalah pandangan hidup seseorang atau sekelompok orang yang merupakan konsep dasar mcngenai kehidupan yang dicita-citakan. Filsafat juga diartikan sebagai suatu sikap seseorang yang sadar dan dewasa dalam memikirkan segala sesuatu secara mendalam dan ingin melihat dari segi yang luas dan menyeluruh dengan segala hubungan.
Ciri-ciri berfikir filosfi :
1. Berfikir dengan menggunakan disiplin berpikir yang tinggi.
2. Berfikir secara sistematis.
3. Menyusun suatu skema konsepsi, dan
4. Menyeluruh.
Empat persoalan yang ingin dipecahkan oleh filsafat ialah :
1. Apakah sebenarnya hakikat hidup itu? Pertanyaan ini dipelajari oleh Metafisika
2. Apakah yang dapat saya ketahui? Permasalahan ini dikupas oleh Epistemologi.
3. Apakah manusia itu? Masalah ini dibahas olen Atropologi Filsafat.
Beberapa ajaran filsafat yang telah mengisi dan tersimpan dalam khasanah ilmu adalah:
1. Materialisme, yang berpendapat bahwa kenyatan yang sebenarnya adalah alam semesta badaniah. Aliran ini tidak mengakui adanya kenyataan spiritual. Aliran materialisme memiliki dua variasi yaitu materialisme dialektik dan materialisme humanistis.
2. Idealisme yang berpendapat bahwa hakikat kenyataan dunia adalah ide yang sifatnya rohani atau intelegesi. Variasi aliran ini adalah idealisme subjektif dan idealisme objektif.
3. Realisme. Aliran ini berpendapat bahwa dunia batin/rohani dan dunia materi murupakan hakitat yang asli dan abadi.
4. Pragmatisme merupakan aliran paham dalam filsafat yang tidak bersikap mutlak (absolut) tidak doktriner tetapi relatif tergantung kepada kemampuan minusia.
Manfaat filsafat dalam kehidupan adalah :
1. Sebagai dasar dalam bertindak.
2. Sebagai dasar dalam mengambil keputusan.
3. Untuk mengurangi salah paham dan konflik.
4. Untuk bersiap siaga menghadapi situasi dunia yang selalu berubah.
2. FILSAFAT PENDIDIKAN
Pendidikan adalah upaya mengembangkan potensi peserta didik agar potensi itu menjadi nyata dan dapat berfungsi dalam hidupnya. Dasar pendidikan adalah cita-cita kemanusiaan universal. Pendidikan bertujuan menyiapkan pribadi dalam keseimbangan, kesatuan. organis, harmonis, dinamis. guna mencapai tujuan hidup kemanusiaan. Filsafat pendidikan adalah filsafat yang digunakan dalam studi mengenai masalah-masalah pendidikan.
Beberapa aliran filsafat pendidikan;
1. Filsafat pendidikan progresivisme. yang didukung oleh filsafat pragmatisme.
2. Filsafat pendidikan esensialisme. yang didukung oleh idealisme dan realisme; dan
3. Filsafat pendidikan perenialisme yang didukung oleh idealisme.
Belajar berfungsi untuk :mempertinggi taraf kehidupan sosial yang sangat kompleks. Kurikulum yang baik adalah kurikulum yang eksperimental, yaitu kurikulum yang setiap waktu dapat disesuaikan dengan kebutuhan.
3. ESENSIALISME DAN PERENIALISME
Esensialisme berpendapat bahwa dunia ini dikuasai oleh tata yang tiada cela yang mengatur dunia beserta isinya dengan tiada cela pula. Esensialisme didukung oleh idealisme modern yang mempunyai pandangan yang sistematis mengenai alam semesta tempat manusia berada. Esensialisme juga didukung oleh idealisme subjektif yang berpendapat hahwa alam semesta itu pada hakikatnya adalah jiwa/spirit dan segala sesuatu yang ada ini nyata ada dalam arti spiritual. Realisme berpendapat bahwa kualitas nilai tergantung pada apa dan bagaimana keadaannya, apabila dihayati oleh subjek tertentu, dan selanjutnya tergantung pula pada subjek tersebut.
Menurut idealisme, nilai akan menjadi kenyataan (ada) atau disadari oleh setiap orang apabila orang yang bersangkutan berusaha untuk mengetahui atau menyesuaikan diri dengan sesuatu yang menunjukkan nilai kepadanya dan orang itu mempunyai pengalaman emosional yang berupa pemahaman dan perasaan senang tak senang mengenai nilai tersehut. Menunut realisme, pengetahuan terbentuk berkat bersatunya stimulus dan tanggapan tententu menjadi satu kesatuan. Sedangkan menurut idealisme, pengetahuan timbul karena adanya hubungan antara dunia kecil dengan dunia besar. Esensialisme berpendapat bahwa pendidikan haruslah bertumpu pada nilai- nilai yang telah teruji keteguhan-ketangguhan, dan kekuatannya sepanjang masa.
Perenialisme berpendirian bahwa untuk mengembalikan keadaan kacau balau seperti sekarang ini, jalan yang harus ditempuh adalah kembali kepada prinsip-prinsip umum yang telah teruji. Menurut. perenialisme, kenyataan yang kita hadapi adalah dunia dengan segala isinya. Perenialisme berpandangan hahwa persoalan nilai adalah persoalan spiritual, sebab hakikat manusia adalah pada jiwanya. Sesuatu dinilai indah haruslah dapat dipandang baik.
Beberapa pandangan tokoh perenialisme terhadap pendidikan:
1. Program pendidikan yang ideal harus didasarkan atas paham adanya nafsu, kemauan, dan akal (Plato)
2. Perkemhangan budi merupakan titik pusat perhatian pendidikan dengan filsafat sebagai alat untuk mencapainya ( Aristoteles)
3. Pendidikan adalah menuntun kemampuan-kemampuan yang masih tidur agar menjadi aktif atau nyata. (Thomas Aquinas)
4. PENDIDIKAN NASIONAL
Pendidikan nasional adalah suatu sistem yang memuat teori praktek pelaksanaan pendidikan yang berdiri di atas landasan dan dijiwai oleh filsafat bangsa yang bersangkutan guna diabdikan kepada bangsa itu untuk merealisasikan cita-cita nasionalnya.
Pendidikan nasional Indonesrn adalah suatu sistem yang mengatur dan menentukan teori dan pratek pelaksanaan pendidikan yang berdiri di atas landasan dan dijiwai oleh flisafat bangsa Indonesia yang diabdikan demi kepentingan bangsa dan negara Indonesia guna memperlanar mencapai cita-cita nasional Indonesia.
Filsafat pendidikan nasional Indonesia adalah suatu sistem yang mengatur pelaksanaan pendidikan yang berdiri di atas landasan dan dijiwai oleh filsafat hidup bangsa "Pancasila.
Ciri-ciri berfikir filosfi :
1. Berfikir dengan menggunakan disiplin berpikir yang tinggi.
2. Berfikir secara sistematis.
3. Menyusun suatu skema konsepsi, dan
4. Menyeluruh.
Empat persoalan yang ingin dipecahkan oleh filsafat ialah :
1. Apakah sebenarnya hakikat hidup itu? Pertanyaan ini dipelajari oleh Metafisika
2. Apakah yang dapat saya ketahui? Permasalahan ini dikupas oleh Epistemologi.
3. Apakah manusia itu? Masalah ini dibahas olen Atropologi Filsafat.
Beberapa ajaran filsafat yang telah mengisi dan tersimpan dalam khasanah ilmu adalah:
1. Materialisme, yang berpendapat bahwa kenyatan yang sebenarnya adalah alam semesta badaniah. Aliran ini tidak mengakui adanya kenyataan spiritual. Aliran materialisme memiliki dua variasi yaitu materialisme dialektik dan materialisme humanistis.
2. Idealisme yang berpendapat bahwa hakikat kenyataan dunia adalah ide yang sifatnya rohani atau intelegesi. Variasi aliran ini adalah idealisme subjektif dan idealisme objektif.
3. Realisme. Aliran ini berpendapat bahwa dunia batin/rohani dan dunia materi murupakan hakitat yang asli dan abadi.
4. Pragmatisme merupakan aliran paham dalam filsafat yang tidak bersikap mutlak (absolut) tidak doktriner tetapi relatif tergantung kepada kemampuan minusia.
Manfaat filsafat dalam kehidupan adalah :
1. Sebagai dasar dalam bertindak.
2. Sebagai dasar dalam mengambil keputusan.
3. Untuk mengurangi salah paham dan konflik.
4. Untuk bersiap siaga menghadapi situasi dunia yang selalu berubah.
2. FILSAFAT PENDIDIKAN
Pendidikan adalah upaya mengembangkan potensi peserta didik agar potensi itu menjadi nyata dan dapat berfungsi dalam hidupnya. Dasar pendidikan adalah cita-cita kemanusiaan universal. Pendidikan bertujuan menyiapkan pribadi dalam keseimbangan, kesatuan. organis, harmonis, dinamis. guna mencapai tujuan hidup kemanusiaan. Filsafat pendidikan adalah filsafat yang digunakan dalam studi mengenai masalah-masalah pendidikan.
Beberapa aliran filsafat pendidikan;
1. Filsafat pendidikan progresivisme. yang didukung oleh filsafat pragmatisme.
2. Filsafat pendidikan esensialisme. yang didukung oleh idealisme dan realisme; dan
3. Filsafat pendidikan perenialisme yang didukung oleh idealisme.
Belajar berfungsi untuk :mempertinggi taraf kehidupan sosial yang sangat kompleks. Kurikulum yang baik adalah kurikulum yang eksperimental, yaitu kurikulum yang setiap waktu dapat disesuaikan dengan kebutuhan.
3. ESENSIALISME DAN PERENIALISME
Esensialisme berpendapat bahwa dunia ini dikuasai oleh tata yang tiada cela yang mengatur dunia beserta isinya dengan tiada cela pula. Esensialisme didukung oleh idealisme modern yang mempunyai pandangan yang sistematis mengenai alam semesta tempat manusia berada. Esensialisme juga didukung oleh idealisme subjektif yang berpendapat hahwa alam semesta itu pada hakikatnya adalah jiwa/spirit dan segala sesuatu yang ada ini nyata ada dalam arti spiritual. Realisme berpendapat bahwa kualitas nilai tergantung pada apa dan bagaimana keadaannya, apabila dihayati oleh subjek tertentu, dan selanjutnya tergantung pula pada subjek tersebut.
Menurut idealisme, nilai akan menjadi kenyataan (ada) atau disadari oleh setiap orang apabila orang yang bersangkutan berusaha untuk mengetahui atau menyesuaikan diri dengan sesuatu yang menunjukkan nilai kepadanya dan orang itu mempunyai pengalaman emosional yang berupa pemahaman dan perasaan senang tak senang mengenai nilai tersehut. Menunut realisme, pengetahuan terbentuk berkat bersatunya stimulus dan tanggapan tententu menjadi satu kesatuan. Sedangkan menurut idealisme, pengetahuan timbul karena adanya hubungan antara dunia kecil dengan dunia besar. Esensialisme berpendapat bahwa pendidikan haruslah bertumpu pada nilai- nilai yang telah teruji keteguhan-ketangguhan, dan kekuatannya sepanjang masa.
Perenialisme berpendirian bahwa untuk mengembalikan keadaan kacau balau seperti sekarang ini, jalan yang harus ditempuh adalah kembali kepada prinsip-prinsip umum yang telah teruji. Menurut. perenialisme, kenyataan yang kita hadapi adalah dunia dengan segala isinya. Perenialisme berpandangan hahwa persoalan nilai adalah persoalan spiritual, sebab hakikat manusia adalah pada jiwanya. Sesuatu dinilai indah haruslah dapat dipandang baik.
Beberapa pandangan tokoh perenialisme terhadap pendidikan:
1. Program pendidikan yang ideal harus didasarkan atas paham adanya nafsu, kemauan, dan akal (Plato)
2. Perkemhangan budi merupakan titik pusat perhatian pendidikan dengan filsafat sebagai alat untuk mencapainya ( Aristoteles)
3. Pendidikan adalah menuntun kemampuan-kemampuan yang masih tidur agar menjadi aktif atau nyata. (Thomas Aquinas)
4. PENDIDIKAN NASIONAL
Pendidikan nasional adalah suatu sistem yang memuat teori praktek pelaksanaan pendidikan yang berdiri di atas landasan dan dijiwai oleh filsafat bangsa yang bersangkutan guna diabdikan kepada bangsa itu untuk merealisasikan cita-cita nasionalnya.
Pendidikan nasional Indonesrn adalah suatu sistem yang mengatur dan menentukan teori dan pratek pelaksanaan pendidikan yang berdiri di atas landasan dan dijiwai oleh flisafat bangsa Indonesia yang diabdikan demi kepentingan bangsa dan negara Indonesia guna memperlanar mencapai cita-cita nasional Indonesia.
Filsafat pendidikan nasional Indonesia adalah suatu sistem yang mengatur pelaksanaan pendidikan yang berdiri di atas landasan dan dijiwai oleh filsafat hidup bangsa "Pancasila.
Selasa, 18 Mei 2010
Simple Past Tense,Past Continuous Tense,Past Perfect Tense, and Past Perfect Continuous Tense (Versi Indonesia)
Past Simple
Simple past tense digunakan untuk menyatakan kegiatan atau aktivitas di waktu lampau yang sudah selesai dilakukan atau yang sudah terjadi.
Kalimat simple past tense dapat dibentuk menggunakan kata kerja bentuk kedua (past) atau to be (was/were).
Pola I
(+) S + V2
(-) S + did + not + V1
(?) Did + S + V1
Pola II
(+) S + was/were + Adj/Adv/N
(-) S + was/were + not + Adj/Adv/N
(?) Was/were + S + Adj/Adv/N
Contoh kalimat pola I:
I walked to school yesterday.
Tom did not eat lunch yesterday.
Did you come to class?
Contoh kalimat pola II:
They were in Bali last week.
It was not cool last night.
Was Tom at home last night?
Catatan
Kegiatan atau aktivitas yang dilakukan dapat saja terjadi beberapa menit atau hitungan detik sebelumnya, atau baru saja terjadi dan telah selesai sebelum saat sekarang ini. Atau bisa jadi kejadian yang terjadi jutaan tahun yang lalu.
Pada pola kalimat pertama bentuk negatif atau tanya tidak digunakan verba bentuk kedua (seperti walked, stopped, rang, dsb.) tetapi menggunakan bentuk verba pertama.
Pola kalimat simple past tense sering dipakai untuk bercerita.
Past Simple, Function
Simple past tense digunakan untuk:
a. menyatakan kejadian, kegiatan atau situasi yang terjadi di waktu lampau (sebelum sekarang) dengan menyebutkan waktu terjadinya secara spesifik maupun tidak.
- Alexander Graham Bell invented the telephone.
- They arrived in Geneva yesterday.
- I saw that film last week.
- She finished her work at seven o’clock.
- He lived here for two years.
- Peter left five minutes ago.
- I drank three cups of coffee this morning.
b. menyatakan kebiasaan atau kegiatan yang sering dilakukan di waktu lampau
- Last summer, we went to the beach every day.
- He always drank a glass of milk in the morning.
- He travelled a lot when he was younger.
- She played the piano when she was a child.
c. menyatakan kegiatan yang terjadi secara berurutan atau susul menyusul.
- She put on her coat and picked up her bag. Then she opened the door and went out.
- He got up, had breakfast and went out.
Keterangan waktu yang biasa dipakai dalam simple past tense adalah:
- yesterday, yesterday morning / afternoon / evening,
- last night / week / month / year / Saturday,
- a minute ago, two days / weeks / months / years ago,
- in 2001, in April, on 25th March, on that day, at six o’clock,
- today, this morning / afternoon
Past Continuous
Past continuous tense digunakan untuk menyatakan kegiatan yang sedang berlangsung pada waktu lampau.
Pola kalimat:
(+) S + was/were + V-ing
(-) S + was/were + not + V-ing
(?) Was/were + S + V-ing
Contoh kalimat:
He was studying English at 7 o’clock last night.
They were not playing tennis at 4 pm last Sunday.
Was Tom washing the car yesterday?
Catatan
Bentuk past continuous tense menggambarkan kejadian atau kegiatan pada waktu sebelum sekarang yang dimulai pada waktu lampau dan masih dilakukan sampai dengan waktu tertentu di waktu lampau. Dengan kata lain, kegiatan tersebut belum selesai dilakukan pada waktu lampau.
Past continuous tense sering digunakan bersama-sama dengan bentuk past tense untuk menggambarkan sebuah cerita.
Past Continuous, Function
Past continuous tense digunakan untuk:
a. menggambarkan kegiatan yang sedang terjadi pada waktu tertentu di waktu lampau.
- I was doing my homework at eight o’clock yesterday evening.
- I was having lunch at 2 o’clock yesterday.
b. menyatakan kejadian yang belum selesai atau sedang terjadi yang terhenti karena kejadian lainnya di waktu lampau.
- I was having a beautiful dream when the alarm clock rang.
- She was driving to work when her car broke down.
c. menyatakan kejadian yang sedang terjadi ketika kejadian lainnya juga terjadi di waktu lampau.
- She was sleeping when her father left.
- We were watching TV when the doorbell rang.
d. menggambarkan kegiatan yang sedang terjadi secara bersamaan di waktu lampau.
- Jack was reading a comic while the teacher was talking.
- While Mum was cooking, Tom and I were doing our homework.
e. menggambarkan suasana atau keadaan pada awal sebuah cerita di waktu lampau.
- It was a beautiful morning. The sun was shining and the birds were singing.
- It was early in the morning. People were going to work and children were hurrying to school.
Past Perfect
Past perfect tense digunakan untuk menyatakan kejadian yang telah terjadi sebelum terjadinya peristiwa atau kegiatan lain di waktu lampau.
Pola kalimat past perfect tense.
Pola I
(+) S + had + V3
(-) S + had + not + V3
(?) Had + S + V3
Pola II
(+) S + had + been + Adj/Adv/N
(-) S + had + not + been + Adj/Adv/N
(?) Had + S + been + Adj/Adv/N
Contoh kalimat pola I:
They had gone to bed by ten o’clock.
I had not eaten when she came.
Had the cat killed the parrot?
Contoh kalimat pola II:
She had been to the supermarket by nine o’clock.
They had not been here when he came.
Had she been happy after his father came?
Catatan
Pada saat berbicara menggunakan pola kalimat past perfect tense, subjek dan kata kerja bantu sering dijadikan satu dengan cara disingkat (‘d contraction).
They’d gone to bed by ten o’clock.
Bentuk singkatan ‘d juga dipakai untuk kata kerja bantu would. Contoh, we’d dapat berarti we had atau we would. Tetapi verba utamanya berbeda bentuk, misalnya:
We had arrived (past participle)
We would arrive (base)
Perhatikan konteksnya dalam kalimat untuk membedakannya.
Past Perfect, Function
Past perfect tense digunakan untuk:
a. menggambarkan kegiatan atau kejadian yang terjadi lebih dulu sebelum kejadian lainnya di waktu lampau. Kejadian lainnya itu biasanya menggunakan bentuk past simple tense.
- By the time I arrived, Jack had already gone to the bed.
- I was glad that I had caught the early bus.
- Emma went to France last week. Before that, she had never been outside Indonesia.
b. menggambarkan kegiatan atau kejadian yang terjadi lebih dulu sebelum atau pada waktu (kejadian lainnya) yang spesifik di waktu lampau.
- It was one o’clock in the morning. The guests had gone home.
- She had completed the preparations before noon.
- He had left by 10.00.
c. menunjukkan kegiatan atau kejadian yang benar-benar telah selesai dilakukan.
- When Susan had done her shopping, she went to visit her sister.
- As soon as we had done our last exam, we all went out to a club.
- When I got home, I found that Joe had painted his room.
Keterangan waktu yang biasa dipakai dalam past perfect tense adalah when, after, before, as sson as, until, just, already, by, by the time, ever, never, the previous day, the week before.
Past Perfect Continuous
Past perfect continuous tense digunakan untuk menyatakan peristiwa atau kegiatan yang telah dan sedang berlangsung sebelum peristiwa lain terjadi di masa lampau.
Pola kalimat:
(+) S + had + been + V-ing
(-) S + had + not + been + V-ing
(?) Had + S + been + V-ing
Contoh kalimat:
I had been reading a book for two hours when he arrived.
She had not been sleeping when he walked in.
Had you been waiting long before the taxi arrived?
Catatan
Pola kalimat past perfect continuous tense juga dipakai dalam kalimat tak langsung (indirect/reported speech). Bentuk kalimat tak langsung ini sepadan dengan bentuk kalimat langsung (direct speech) dengan pola past continuous tense dan present perfect continuous tense.
Jane said, “I have been gardening all afternoon.”
Jane said she had been gardening all afternoon. (indirect speech)
When the police questioned him, John said “I was working late in the office that night.”
When the police questioned him, John told them he had been working late in the office that night. (indirect speech)
Past Perfect Continuous, Function
Past perfect continuous tense digunakan untuk:
a. memberikan penekanan pada lamanya kejadian berlangsung selama waktu tertentu sebelum kejadian lainnya di waktu lampau. Kejadian lain yang mengikutinya itu biasanya menggunakan bentuk past simple tense.
- I found my keys yesterday. I had been looking for them for days.
- We had been sleeping for two hours when someone knocked on our door.
b. menggambarkan kegiatan yang terjadi di waktu lampau yang berlangsung lama dan hasilnya atau akibatnya dapat dilihat atau dirasakan.
- The man had been working in the fields, so they were exhausted.
- Her eyes were red. She had been crying.
Keterangan waktu yang biasa dipakai dalam past perfect continuous tense adalah since, for, before, until, when, etc.
Past Future Simple
Simple past future tense digunakan untuk menyatakan kegiatan atau kejadian yang akan dilakukan pada waktu lampau.
Pola kalimat simple past future tense.
Pola I
(+) S + would + V1
(-) S + would + not + V1
(?) Would + S + V1
Pola II
(+) S + would + be + Adj/Adv/N
(-) S + would + not + be + Adj/Adv/N
(?) Would + S + be + Adj/Adv/N
Contoh kalimat pola I:
He would cross the street this morning.
I would not go to Bali the following day.
Would you sleep after that?
What would you buy for her at that moment?
Who would go the beach the next day?
Contoh kalimat pola II:
I would be in class this morning.
He would not be late the following day.
Would you be back for lunch after that?
Where would you be the next day?
Who would be angry at that moment?
Catatan
Untuk bentuk negatif, sering dipakai bentuk singkatan wouldn’t.
He wouldn’t be late the following day.
Terkadang should dipakai menggantikan would, terutama untuk subjek I dan we.
I should not go to Bali the following day.
Past Future Continuous
Past future continuous tense digunakan untuk menyatakan kegiatan atau kejadian yang akan sedang dilakukan pada waktu tertentu di masa lampau.
Pola kalimat
(+) S + would + be + V-ing
(-) S + would + not + be + V-ing
(?) Would + S + be + V-ing
Contoh kalimat:
I would be studying English at 8 o’clock last night.
She would not be watering the garden at this the day last week.
Would you be playing football at 7 o’clock yesterday morning?
Past Future Perfect
Past future perfect tense adalah digunakan untuk menyatakan kegiatan atau kejadian yang akan sudah atau belum selesai dilakukan di waktu lampau.
Pola I
(+) S + would + have + V3
(-) S + would + not + have + V3
(?) Would + S + have + V3
Pola II
(+) S + would + have + been + Adj/Adv/N
(-) S + would + not + have + been + Adj/Adv/N
(?) Would + S + have + been + Adj/Adv/N
Contoh kalimat pola I:
She would have met me.
They would not have visited us.
Would he have finished his study?
Contoh kalimat pola II:
I would have been in Surabaya.
She would not have met me.
Would he have finished her study?
Past Future Perfect Continuous
Past future perfect continuous tense digunakan untuk menyatakan kegiatan atau kejadian yang akan sudah dan sedang/masih dilakukan pada masa lampau.
Pola kalimat
(+) S + would + have + been + V-ing
(-) S + would + not + have + been + V-ing
(?) Would + S + have + been + V-ing
Contoh kalimat:
I would have been living in Yogyakarta for 10 years.
She would not have been studying for three years.
Would you have been teaching for five years?
Sumber :
http://catatanbahasainggris.blogspot.com/2009/01/past-simple.html
http://catatanbahasainggris.blogspot.com/2009/04/past-simple-function.html
http://catatanbahasainggris.blogspot.com/2009/01/past-continuous.html
http://catatanbahasainggris.blogspot.com/2009/04/past-continuous-function.html
http://catatanbahasainggris.blogspot.com/2009/01/past-perfect.html
http://catatanbahasainggris.blogspot.com/2009/04/past-perfect-function.html
http://catatanbahasainggris.blogspot.com/2009/01/past-perfect-continuous.html
http://catatanbahasainggris.blogspot.com/2009/04/past-perfect-continuous-function.html
http://catatanbahasainggris.blogspot.com/2009/01/past-future-simple.html
http://catatanbahasainggris.blogspot.com/2009/01/past-future-continuous.html
http://catatanbahasainggris.blogspot.com/2009/01/past-future-perfect.html
http://catatanbahasainggris.blogspot.com/2009/01/past-future-perfect-continuous.html
Simple past tense digunakan untuk menyatakan kegiatan atau aktivitas di waktu lampau yang sudah selesai dilakukan atau yang sudah terjadi.
Kalimat simple past tense dapat dibentuk menggunakan kata kerja bentuk kedua (past) atau to be (was/were).
Pola I
(+) S + V2
(-) S + did + not + V1
(?) Did + S + V1
Pola II
(+) S + was/were + Adj/Adv/N
(-) S + was/were + not + Adj/Adv/N
(?) Was/were + S + Adj/Adv/N
Contoh kalimat pola I:
I walked to school yesterday.
Tom did not eat lunch yesterday.
Did you come to class?
Contoh kalimat pola II:
They were in Bali last week.
It was not cool last night.
Was Tom at home last night?
Catatan
Kegiatan atau aktivitas yang dilakukan dapat saja terjadi beberapa menit atau hitungan detik sebelumnya, atau baru saja terjadi dan telah selesai sebelum saat sekarang ini. Atau bisa jadi kejadian yang terjadi jutaan tahun yang lalu.
Pada pola kalimat pertama bentuk negatif atau tanya tidak digunakan verba bentuk kedua (seperti walked, stopped, rang, dsb.) tetapi menggunakan bentuk verba pertama.
Pola kalimat simple past tense sering dipakai untuk bercerita.
Past Simple, Function
Simple past tense digunakan untuk:
a. menyatakan kejadian, kegiatan atau situasi yang terjadi di waktu lampau (sebelum sekarang) dengan menyebutkan waktu terjadinya secara spesifik maupun tidak.
- Alexander Graham Bell invented the telephone.
- They arrived in Geneva yesterday.
- I saw that film last week.
- She finished her work at seven o’clock.
- He lived here for two years.
- Peter left five minutes ago.
- I drank three cups of coffee this morning.
b. menyatakan kebiasaan atau kegiatan yang sering dilakukan di waktu lampau
- Last summer, we went to the beach every day.
- He always drank a glass of milk in the morning.
- He travelled a lot when he was younger.
- She played the piano when she was a child.
c. menyatakan kegiatan yang terjadi secara berurutan atau susul menyusul.
- She put on her coat and picked up her bag. Then she opened the door and went out.
- He got up, had breakfast and went out.
Keterangan waktu yang biasa dipakai dalam simple past tense adalah:
- yesterday, yesterday morning / afternoon / evening,
- last night / week / month / year / Saturday,
- a minute ago, two days / weeks / months / years ago,
- in 2001, in April, on 25th March, on that day, at six o’clock,
- today, this morning / afternoon
Past Continuous
Past continuous tense digunakan untuk menyatakan kegiatan yang sedang berlangsung pada waktu lampau.
Pola kalimat:
(+) S + was/were + V-ing
(-) S + was/were + not + V-ing
(?) Was/were + S + V-ing
Contoh kalimat:
He was studying English at 7 o’clock last night.
They were not playing tennis at 4 pm last Sunday.
Was Tom washing the car yesterday?
Catatan
Bentuk past continuous tense menggambarkan kejadian atau kegiatan pada waktu sebelum sekarang yang dimulai pada waktu lampau dan masih dilakukan sampai dengan waktu tertentu di waktu lampau. Dengan kata lain, kegiatan tersebut belum selesai dilakukan pada waktu lampau.
Past continuous tense sering digunakan bersama-sama dengan bentuk past tense untuk menggambarkan sebuah cerita.
Past Continuous, Function
Past continuous tense digunakan untuk:
a. menggambarkan kegiatan yang sedang terjadi pada waktu tertentu di waktu lampau.
- I was doing my homework at eight o’clock yesterday evening.
- I was having lunch at 2 o’clock yesterday.
b. menyatakan kejadian yang belum selesai atau sedang terjadi yang terhenti karena kejadian lainnya di waktu lampau.
- I was having a beautiful dream when the alarm clock rang.
- She was driving to work when her car broke down.
c. menyatakan kejadian yang sedang terjadi ketika kejadian lainnya juga terjadi di waktu lampau.
- She was sleeping when her father left.
- We were watching TV when the doorbell rang.
d. menggambarkan kegiatan yang sedang terjadi secara bersamaan di waktu lampau.
- Jack was reading a comic while the teacher was talking.
- While Mum was cooking, Tom and I were doing our homework.
e. menggambarkan suasana atau keadaan pada awal sebuah cerita di waktu lampau.
- It was a beautiful morning. The sun was shining and the birds were singing.
- It was early in the morning. People were going to work and children were hurrying to school.
Past Perfect
Past perfect tense digunakan untuk menyatakan kejadian yang telah terjadi sebelum terjadinya peristiwa atau kegiatan lain di waktu lampau.
Pola kalimat past perfect tense.
Pola I
(+) S + had + V3
(-) S + had + not + V3
(?) Had + S + V3
Pola II
(+) S + had + been + Adj/Adv/N
(-) S + had + not + been + Adj/Adv/N
(?) Had + S + been + Adj/Adv/N
Contoh kalimat pola I:
They had gone to bed by ten o’clock.
I had not eaten when she came.
Had the cat killed the parrot?
Contoh kalimat pola II:
She had been to the supermarket by nine o’clock.
They had not been here when he came.
Had she been happy after his father came?
Catatan
Pada saat berbicara menggunakan pola kalimat past perfect tense, subjek dan kata kerja bantu sering dijadikan satu dengan cara disingkat (‘d contraction).
They’d gone to bed by ten o’clock.
Bentuk singkatan ‘d juga dipakai untuk kata kerja bantu would. Contoh, we’d dapat berarti we had atau we would. Tetapi verba utamanya berbeda bentuk, misalnya:
We had arrived (past participle)
We would arrive (base)
Perhatikan konteksnya dalam kalimat untuk membedakannya.
Past Perfect, Function
Past perfect tense digunakan untuk:
a. menggambarkan kegiatan atau kejadian yang terjadi lebih dulu sebelum kejadian lainnya di waktu lampau. Kejadian lainnya itu biasanya menggunakan bentuk past simple tense.
- By the time I arrived, Jack had already gone to the bed.
- I was glad that I had caught the early bus.
- Emma went to France last week. Before that, she had never been outside Indonesia.
b. menggambarkan kegiatan atau kejadian yang terjadi lebih dulu sebelum atau pada waktu (kejadian lainnya) yang spesifik di waktu lampau.
- It was one o’clock in the morning. The guests had gone home.
- She had completed the preparations before noon.
- He had left by 10.00.
c. menunjukkan kegiatan atau kejadian yang benar-benar telah selesai dilakukan.
- When Susan had done her shopping, she went to visit her sister.
- As soon as we had done our last exam, we all went out to a club.
- When I got home, I found that Joe had painted his room.
Keterangan waktu yang biasa dipakai dalam past perfect tense adalah when, after, before, as sson as, until, just, already, by, by the time, ever, never, the previous day, the week before.
Past Perfect Continuous
Past perfect continuous tense digunakan untuk menyatakan peristiwa atau kegiatan yang telah dan sedang berlangsung sebelum peristiwa lain terjadi di masa lampau.
Pola kalimat:
(+) S + had + been + V-ing
(-) S + had + not + been + V-ing
(?) Had + S + been + V-ing
Contoh kalimat:
I had been reading a book for two hours when he arrived.
She had not been sleeping when he walked in.
Had you been waiting long before the taxi arrived?
Catatan
Pola kalimat past perfect continuous tense juga dipakai dalam kalimat tak langsung (indirect/reported speech). Bentuk kalimat tak langsung ini sepadan dengan bentuk kalimat langsung (direct speech) dengan pola past continuous tense dan present perfect continuous tense.
Jane said, “I have been gardening all afternoon.”
Jane said she had been gardening all afternoon. (indirect speech)
When the police questioned him, John said “I was working late in the office that night.”
When the police questioned him, John told them he had been working late in the office that night. (indirect speech)
Past Perfect Continuous, Function
Past perfect continuous tense digunakan untuk:
a. memberikan penekanan pada lamanya kejadian berlangsung selama waktu tertentu sebelum kejadian lainnya di waktu lampau. Kejadian lain yang mengikutinya itu biasanya menggunakan bentuk past simple tense.
- I found my keys yesterday. I had been looking for them for days.
- We had been sleeping for two hours when someone knocked on our door.
b. menggambarkan kegiatan yang terjadi di waktu lampau yang berlangsung lama dan hasilnya atau akibatnya dapat dilihat atau dirasakan.
- The man had been working in the fields, so they were exhausted.
- Her eyes were red. She had been crying.
Keterangan waktu yang biasa dipakai dalam past perfect continuous tense adalah since, for, before, until, when, etc.
Past Future Simple
Simple past future tense digunakan untuk menyatakan kegiatan atau kejadian yang akan dilakukan pada waktu lampau.
Pola kalimat simple past future tense.
Pola I
(+) S + would + V1
(-) S + would + not + V1
(?) Would + S + V1
Pola II
(+) S + would + be + Adj/Adv/N
(-) S + would + not + be + Adj/Adv/N
(?) Would + S + be + Adj/Adv/N
Contoh kalimat pola I:
He would cross the street this morning.
I would not go to Bali the following day.
Would you sleep after that?
What would you buy for her at that moment?
Who would go the beach the next day?
Contoh kalimat pola II:
I would be in class this morning.
He would not be late the following day.
Would you be back for lunch after that?
Where would you be the next day?
Who would be angry at that moment?
Catatan
Untuk bentuk negatif, sering dipakai bentuk singkatan wouldn’t.
He wouldn’t be late the following day.
Terkadang should dipakai menggantikan would, terutama untuk subjek I dan we.
I should not go to Bali the following day.
Past Future Continuous
Past future continuous tense digunakan untuk menyatakan kegiatan atau kejadian yang akan sedang dilakukan pada waktu tertentu di masa lampau.
Pola kalimat
(+) S + would + be + V-ing
(-) S + would + not + be + V-ing
(?) Would + S + be + V-ing
Contoh kalimat:
I would be studying English at 8 o’clock last night.
She would not be watering the garden at this the day last week.
Would you be playing football at 7 o’clock yesterday morning?
Past Future Perfect
Past future perfect tense adalah digunakan untuk menyatakan kegiatan atau kejadian yang akan sudah atau belum selesai dilakukan di waktu lampau.
Pola I
(+) S + would + have + V3
(-) S + would + not + have + V3
(?) Would + S + have + V3
Pola II
(+) S + would + have + been + Adj/Adv/N
(-) S + would + not + have + been + Adj/Adv/N
(?) Would + S + have + been + Adj/Adv/N
Contoh kalimat pola I:
She would have met me.
They would not have visited us.
Would he have finished his study?
Contoh kalimat pola II:
I would have been in Surabaya.
She would not have met me.
Would he have finished her study?
Past Future Perfect Continuous
Past future perfect continuous tense digunakan untuk menyatakan kegiatan atau kejadian yang akan sudah dan sedang/masih dilakukan pada masa lampau.
Pola kalimat
(+) S + would + have + been + V-ing
(-) S + would + not + have + been + V-ing
(?) Would + S + have + been + V-ing
Contoh kalimat:
I would have been living in Yogyakarta for 10 years.
She would not have been studying for three years.
Would you have been teaching for five years?
Sumber :
http://catatanbahasainggris.blogspot.com/2009/01/past-simple.html
http://catatanbahasainggris.blogspot.com/2009/04/past-simple-function.html
http://catatanbahasainggris.blogspot.com/2009/01/past-continuous.html
http://catatanbahasainggris.blogspot.com/2009/04/past-continuous-function.html
http://catatanbahasainggris.blogspot.com/2009/01/past-perfect.html
http://catatanbahasainggris.blogspot.com/2009/04/past-perfect-function.html
http://catatanbahasainggris.blogspot.com/2009/01/past-perfect-continuous.html
http://catatanbahasainggris.blogspot.com/2009/04/past-perfect-continuous-function.html
http://catatanbahasainggris.blogspot.com/2009/01/past-future-simple.html
http://catatanbahasainggris.blogspot.com/2009/01/past-future-continuous.html
http://catatanbahasainggris.blogspot.com/2009/01/past-future-perfect.html
http://catatanbahasainggris.blogspot.com/2009/01/past-future-perfect-continuous.html
Selasa, 20 April 2010
saint loco & saosin
Lirik Lagu Terapi Energi
Saint Loco
Terasa jantungku berdetak cepat dan menghentak
Coba hempaskan kepalamu secara serempak
Dapat terasa bagai disengat ratusan lebah
Anganku melesat terbang bagai busur panah
Seperti ini yo, jangan pernah ragu melangkah maju
Memacu tuk berpacu dalam laju batas waktu
Tembus rasa jenuh dari tembok yg menghadang
Terus berkembang dalam menjalani segala rintangan
Reff :
Nikmati musik ini..
Jangan kau hindari coba kau hadapi terapi energi musik dari hati
Resapi energi..
Jangan basa basi coba kau hadapi alunan distorsi panas bagai api
Segala harapan dapat saja jadi nyata
Langkah jadi pasti asal kita buka mata
Aksi interasiku bukan tanpa arti
Ungkapan energi coba wujudkan kendali
Ini terapi diri dalam hadapi tekanan jgn berhenti tp tetap tuk bertahan
Slowly baby just take it easy, now rock with me, let`s start the party
You're Not Alone
by Saosin ( 96931 views)
That's just like him
To wander off in the evergreen park
Slowly searching
For any sign of the ones he used to love
He says hes got nothing left to live for
(He says hes got nothing left)
And this time I think you'll know
You're not alone
There's more to this I know
You can make it out
You will live to tell
She's just like him
Spoiled rotten, confused by the lies shes been fed
Shes searching for no one (but herself)
Her eyes turn to green and she seems to be happy that she is her
And this time I think you'll know
You're not alone
There is more to this I know
You can make it out
You will live to tell
You're not alone
There is more to this i know
You can make it out
(there is more to this)
We're not alone
There is more to this i know
you can make it out
you will live to tell
(so tell me)
You're not alone
There is more to this i know
You can make it out
You will live to tell
You're not alone
You're not, you're not alone
Saint Loco
Terasa jantungku berdetak cepat dan menghentak
Coba hempaskan kepalamu secara serempak
Dapat terasa bagai disengat ratusan lebah
Anganku melesat terbang bagai busur panah
Seperti ini yo, jangan pernah ragu melangkah maju
Memacu tuk berpacu dalam laju batas waktu
Tembus rasa jenuh dari tembok yg menghadang
Terus berkembang dalam menjalani segala rintangan
Reff :
Nikmati musik ini..
Jangan kau hindari coba kau hadapi terapi energi musik dari hati
Resapi energi..
Jangan basa basi coba kau hadapi alunan distorsi panas bagai api
Segala harapan dapat saja jadi nyata
Langkah jadi pasti asal kita buka mata
Aksi interasiku bukan tanpa arti
Ungkapan energi coba wujudkan kendali
Ini terapi diri dalam hadapi tekanan jgn berhenti tp tetap tuk bertahan
Slowly baby just take it easy, now rock with me, let`s start the party
You're Not Alone
by Saosin ( 96931 views)
That's just like him
To wander off in the evergreen park
Slowly searching
For any sign of the ones he used to love
He says hes got nothing left to live for
(He says hes got nothing left)
And this time I think you'll know
You're not alone
There's more to this I know
You can make it out
You will live to tell
She's just like him
Spoiled rotten, confused by the lies shes been fed
Shes searching for no one (but herself)
Her eyes turn to green and she seems to be happy that she is her
And this time I think you'll know
You're not alone
There is more to this I know
You can make it out
You will live to tell
You're not alone
There is more to this i know
You can make it out
(there is more to this)
We're not alone
There is more to this i know
you can make it out
you will live to tell
(so tell me)
You're not alone
There is more to this i know
You can make it out
You will live to tell
You're not alone
You're not, you're not alone
Minggu, 14 Maret 2010
Pencarian band-band baru berbakat di industri musik tanah air kembali digelar oleh Brand A dalam WANTED 2010. Dalam ajang yang melahirkan d Masiv (2007), Magneto (2008), dan Supernova (2009) tersebut, band-band yang terjaring dalam WANTED 2010 diharapkan mampu memberikan kesegaran dan pembaharuan bagi industri musik Indonesia.
“Untuk itu kami sebagai penyelenggara selalu melakukan inovasi,” ujar Olivia Naida Siahaan – selaku Brand Manager A Mild. “Pada tahun ini kami merancang beberapa aktivitas pendukung materi serta praktek seputar industri musik Indonesia, dimulai dari WANTED Session, WANTED Selection hingga WANTED Camp,” imbuhnya.
Tahun ini dewan juri WANTED tetap mengandalkan komposisi yang sama dengan tahun-tahun sebelumnya. Melibatkan perwakilan perusahaan rekaman, produser, musisi nasional dan jurnalis musik.
Dalam acara press conference di Fx Plaza, Kamis (21/1), Capung, personel Java Jive sebagai salah satu dewan juri WANTED 2010 mengatakan dalam dua tahun ini perkembangan musik Indonesia telah merata, kesempatan yang diraih pun sama.
“Tiap tahun ada kemajuan, secara alamiah tahun ini akan lebih fresh dari sebelumnya, dan secara musikalitas setiap generasi punya warna sendiri,” tutur Capung.
Untuk penyelenggaraan tahun ini, WANTED kembali menggandeng Musica Studio’s dan Trintiy Optima Production sebagai perusahaan rekaman. Indrawati Widjaja sebagai managing director Musica Studio’s menyatakan bangga tetap dapat terlibat kembali dalam pencarian bakat-bakat baru.
“Semoga tahun keempat ini dapat menghasilkan hal yang positif bagi kemajuan industri musik Indonesia,” harapnya.
Menurut info A MILD LIVE WANTED 2010 mulai 23 Januari–24 Juni 2010. untuk info lengkapnya sih saya kurang tahu, karena websitenya A Mild sendiri nggak bisa dibuka. mungkin info dibawa ini sedikit bisa membantu temen2..
SYARAT & KETENTUAN UMUM CALON PESERTA A MILD LIVE WANTED
1. SYARAT DAN MEKANISME PENDAFTARAN
Pendaftaran
· Seleksi A Mild Live Wanted GRATIS ,tidak dipungut biaya apapun.
· Keterangan lengkap mengenai seleksi A Mild Live Wanted termasuk form pendaftaran dapat log on ke www.amild.com.
Peserta
· Anggota band loe terdiri dari 3 – 8 orang
· Anggota band loe berumur 18 - 30 tahun
· Band loe beraliran pop ( pop murni/ pop rock/ pop alternatif )
· Tiap band/personil band hanya boleh mendaftar 1 kali dalam seleksi ini.
· Tiap band hanya boleh mengikuti seleksi ini di 1 kota.
· Saat mengikuti seleksi A Mild Live Wanted, band loe tidak sedang terikat dengan label recording manapun.
· Semua anggota band loe tidak pernah terlibat dalam kejahatan atau kriminalitas, narkoba dan obat-obatan terlarang.
· Pada saat mengikuti event ini, band kamu tidak memakai nama / produk perusahaan/ atribut/ kostum yang mewakili produk atau perusahaan lain.
Musik/ karya lagu band loe
· Band loe wajib mengirimkan minimal 3 lagu jagoan karya band loe dalam bentuk CD audio.
· Lagu yang dikirimkan harus merupakan karya orisinil band loe. Panitia penyelenggara tidak akan menanggung akibat apapun apabila di kemudian hari terjadi persoalan mengenai kepemilikan lagu yang telah dikirimkan.
· Masing – masing lagu berdurasi tidak lebih dari 4,5 menit.
· Lagu yang dikirimkan mayoritas harus menggunakan bahasa Indonesia.
· Lagu yang dikirimkan belum pernah dipublikasikan dan di jual secara komersial oleh band loe maupun pihak lain.
· Ketika menjadi finalis dan pemenang A Mild Live Wanted baik tingkat regional maupun nasional band loe tidak berkeberatan jika lagu yang dikirimkan di on airkan dalam media promosi selama berlangsungnya seleksi A Mild Live Wanted 2010.
Administrasi
Untuk mengikuti seleksi ini band loe wajib mengirimkan :
A. CD audio berisi minimal 3 lagu jagoan ciptaan band loe
B. Formulir yang sudah diisi dalam bentuk hard copy dan syarat administrasi lainnya mencakup :
1. Foto band loe berukuran postcard
2. Form pendaftaran band loe
3. Surat pernyataan band loe
4. Jika band loe pernah terikat dengan label recording (baik major/ maupun indie) maka band loe wajib menyertakan fotokopi surat tanda berakhirnya kontrak kerjasama.
5. Fotokopi KTP masing-masing personil. Setidaknya 1 personil band loe harus memiliki KTP dan berdomisili di kota yang loe pilih untuk melakukan seleksi.
6. Form database yang HARUS diisi oleh masing – masing personil band loe.
Note :
· Form 2 – 3 dan 6 dapat di download di www.amild.com atau bisa mengisi buku ini dari hal. 9-26
· Semua form harap diisi dengan jelas dan menggunakan huruf kapital
· Informasi yang diisi dalam form tersebut diisi dengan data yang sebenarnya.
Semua persyaratan A & B harus dikirimkan dalam amplop cokelat tertutup ke:
1. PO BOX WANTED JAKARTA 10000 atau
2. Bisa diantar ke A Mild Drop Box Zone di kota loe
(info alamat PO Box, lokasi A Mild Drop Box Zone, jadwal dan batas terakhir pengiriman untuk masing - masing kota bisa log on ke www.amild.com)
· Untuk persyaratan B susunan dokumen yang disertakan harus mengikuti susunan nomor di atas,dimana foto band loe ada di bagian depan, dst. Untuk fotokopi KTP masing – masing personil harap disatukan dengan form database masing – masing personil, dan diletakan disusunan paling akhir dokumen yang dikirimkan.
· Di pojok kiri atas amplop bagian depan harap dituliskan : NAMA BAND LOE, KOTA ASAL & PROPINSI
Sanksi & Pelanggaran
· Apabila terjadi pelanggaran dari persyaratan diatas baik pada saat seleksi maupun ketika sudah menjadi pemenang maka band loe akan di diskualifikasi dari seleksi A Mild Live Wanted.
· Jika ditemukan melakukan pelanggaran di atas ketika menjadi pemenang A Mild Live Wanted di tingkat manapun maka tittle pemenang akan dicabut dan diganti oleh band lain di urutan nilai berikutnya.
· Fasilitas dan hadiah pemenang yang didiskualifikasi WAJIB dikembalikan ke pihak penyelenggara A Mild Live Wanted.
2. DETAIL TAHAPAN SELEKSI A MILD LIVE WANTED :
1. Tahapan Seleksi CD• CD dan formulir bisa di submit dengan 2 cara :
· Dikirim ke PO BOX atau
· Diantar sendiri oleh band loe ke A Mild Drop Box Zone di kota loe.
· Info alamat PO Box, lokasi & jadwal A Mild Drop Box Zone dan batas terakhir pengiriman untuk masing - masing kota bisa log on ke www.amild.com
· Dewan Juri di Jakarta akan melakukan seleksi CD yang masuk dan menentukan band yang lolos di tahap regional.
· Dewan Juri akan menentukan 24 band yang lolos seleksi CD dan berhak mengikuti tahapan selanjutnya yaitu seleksi regional A Mild Live Wanted.
· Pengumuman band yang lolos seleksi CD untuk setiap regional dapat dilihat di www.amild.com
· Band yang lolos tahap seleksi CD di tahap regional akan dihubungi oleh panitia A Mild Live Wanted.
2. Tahapan Seleksi Regional• Akan ada 12 regional seleksi yaitu :
1. Kalimantan bagian Timur (KAL BAG TIM)
2. Kalimantan bagian Barat (KAL BAG BAR)
3. Bali & Nusa Tenggara (BALI NUSRA)
4. Sulawesi (SULAWESI)
5. Indonesia Timur : Ambon & Papua (INTIM)
6. Sumatra bagian Utara (SUM BAG UT)
7. Sumatra bagian Tengah (SUM BAG TENG)
8. Sumatra bagian Selatan (SUM BAG SEL)
9. DKI Jakarta & Bodetabek (JABODETABEK)
10. Jawa Timur (JATIM)
11. Jawa Tengah (JATENG)
12. Jawa Barat (JABAR)
· Untuk tahapan ini biaya akomodasi dan transportasi untuk personil band loe akanditanggung oleh panitia (tidak berlaku untuk manager & crew band).
· Band loe harus melakukan daftar ulang di tempat yang ditentukan.
· Di tahapan ini Band loe akan tampil di depan dewan juri nasional dan penonton ditempat yang ditentukan.
· Panitia hanya menyediakan peralatan band standard yang terdiri dari :
· 1 set drum
· 1 bass dengan ampli
· 2 guitar dengan ampli
· 1 standard keyboard dengan ampli
Band loe diperbolehkan membawa alat musik sendiri diluar yang disediakan panitia dengan biaya yang ditanggung sendiri.
· Band loe berkesempatan untuk ngebawain 2 buah lagu andalan yang sebelumnya dikirimkan di CD.
· Waktu maksimal setiap band untuk setting alat dan tampil adalah 15 menit.
· Di setiap regional Dewan Juri akan menentukan Juara 1, 2, 3.
· Akan ada kategori juara favorit yang dipilih langsung oleh penonton.
· Juara 1 Regional akan dikirim ke tahapan seleksi A Mild Live Wanted Nasional di Jakarta.
3.SELEKSI NASIONAL
· Juara 1 masing - masing regional akan berangkat ke Jakarta untuk mengikuti seleksi tingkat nasional
· Biaya tansportasi dan akomodasi akan ditanggung oleh panitia.
· Di tingkat nasional ini, band loe akan mendapatkan kesempatan memilih mentor yang disediakan dari salah satu band nasional dan mengikuti workshop mengenai dunia musik dan rekaman.
· Dewan Juri akan menentukan Juara 1, 2, 3 Nasional A Mild Live Wanted 2010
· Akan ada kategori juara favorit yang dipilih langsung oleh penonton.
· Pengumuman Juara 1 Nasional, juara 2,3 dan juara favorit A Mild Live Wanted akan dilakukan saat Grand Final A Mild Live Wanted 2010 di Jakarta.
informasi lebih lengkap klik http://www.amild.com/
Sabtu, 13 Maret 2010
1. Definisi pengertian bahasa menurut 4 batasan
Bahasa adalah bunyi yang di keluarkan oleh mulut sebagai alat ucap atau bicara yang di bentuk dalam sistem dari beberapa rangkaian hurup dan bersifat arbitrer yang digunakan tanpa ada aturan penggunaannya serta sebagai kesepakatan masyarakat.
2. Sejarah perkembangan bahasa Indonesia
A. Pengertian Bahasa Indonesia
Bahasa Indonesia adalah bahasa resmi Republik Indonesia dan bahasa persatuan bangsa Indonesia. Bahasa Indonesia diresmikan penggunaannya setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, tepatnya sehari sesudahnya, bersamaan dengan mulai berlakunya konstitusi. Di Timor Leste, Bahasa Indonesia berposisi sebagai bahasa kerja.
Dari sudut pandang linguistik, Bahasa Indonesia adalah suatu varian bahasa Melayu. Dasar yang dipakai adalah bahasa Melayu Riau dari abad ke-19. Dalam perkembangannya ia mengalami perubahan akibat penggunaanya sebagai bahasa kerja di lingkungan administrasi kolonial dan berbagai proses pembakuan sejak awal abad ke-20. Penamaan "Bahasa Indonesia" diawali sejak dicanangkannya Sumpah Pemuda, 28 Oktober 1928, untuk menghindari kesan "imperialisme bahasa" apabila nama bahasa Melayu tetap digunakan. Proses ini menyebabkan berbedanya Bahasa Indonesia saat ini dari varian bahasa Melayu yang digunakan di Riau maupun Semenanjung Malaya. Hingga saat ini, Bahasa Indonesia merupakan bahasa yang hidup, yang terus menghasilkan kata-kata baru, baik melalui penciptaan maupun penyerapan dari bahasa daerah dan bahasa asing.
Meskipun dipahami dan dituturkan oleh lebih dari 90% warga Indonesia, Bahasa Indonesia bukanlah bahasa ibu bagi kebanyakan penuturnya. Sebagian besar warga Indonesia menggunakan salah satu dari 748 bahasa yang ada di Indonesia sebagai bahasa ibu. Penutur Bahasa Indonesia kerap kali menggunakan versi sehari-hari (kolokial) dan/atau mencampuradukkan dengan dialek Melayu lainnya atau bahasa ibunya. Meskipun demikian, Bahasa Indonesia digunakan sangat luas di perguruan-perguruan, di media massa, sastra, perangkat lunak, surat-menyurat resmi, dan berbagai forum publik lainnya, sehingga dapatlah dikatakan bahwa Bahasa Indonesia digunakan oleh semua warga Indonesia.
Fonologi dan tata bahasa Bahasa Indonesia dianggap relatif mudah. Dasar-dasar yang penting untuk komunikasi dasar dapat dipelajari hanya dalam kurun waktu beberapa minggu.
B. Sejarah Perkembangan Bahasa Indonesia
Pemerintah kolonial Hindia-Belanda menyadari bahwa bahasa Melayu dapat dipakai untuk membantu administrasi bagi kalangan pegawai pribumi karena penguasaan bahasa Belanda para pegawai pribumi dinilai lemah. Dengan menyandarkan diri pada bahasa Melayu Tinggi (karena telah memiliki kitab-kitab rujukan) sejumlah sarjana Belanda mulai terlibat dalam standardisasi bahasa. Promosi bahasa Melayu pun dilakukan di sekolah-sekolah dan didukung dengan penerbitan karya sastra dalam bahasa Melayu. Akibat pilihan ini terbentuklah "embrio" bahasa Indonesia yang secara perlahan mulai terpisah dari bentuk semula bahasa Melayu Riau-Johor.
Pada awal abad ke-20 perpecahan dalam bentuk baku tulisan bahasa Melayu mulai terlihat. Di tahun 1901, Indonesia (sebagai Hindia-Belanda) mengadopsi ejaan Van Ophuijsen dan pada tahun 1904 Persekutuan Tanah Melayu (kelak menjadi bagian dari Malaysia) di bawah Inggris mengadopsi ejaan Wilkinson. Ejaan Van Ophuysen diawali dari penyusunan Kitab Logat Melayu (dimulai tahun 1896) van Ophuijsen, dibantu oleh Nawawi Soetan Ma’moer dan Moehammad Taib Soetan Ibrahim.
Intervensi pemerintah semakin kuat dengan dibentuknya Commissie voor de Volkslectuur ("Komisi Bacaan Rakyat" - KBR) pada tahun 1908. Kelak lembaga ini menjadi Balai Poestaka. Pada tahun 1910 komisi ini, di bawah pimpinan D.A. Rinkes, melancarkan program Taman Poestaka dengan membentuk perpustakaan kecil di berbagai sekolah pribumi dan beberapa instansi milik pemerintah. Perkembangan program ini sangat pesat, dalam dua tahun telah terbentuk sekitar 700 perpustakaan. Bahasa Indonesia secara resmi diakui sebagai "bahasa persatuan bangsa" pada saat Sumpah Pemuda tanggal 28 Oktober 1928. Penggunaan bahasa Melayu sebagai bahasa nasional atas usulan Muhammad Yamin, seorang politikus, sastrawan, dan ahli sejarah. Dalam pidatonya pada Kongres Nasional kedua di Jakarta, Yamin mengatakan,
"Jika mengacu pada masa depan bahasa-bahasa yang ada di Indonesia dan kesusastraannya, hanya ada dua bahasa yang bisa diharapkan menjadi bahasa persatuan yaitu bahasa Jawa dan Melayu. Tapi dari dua bahasa itu, bahasa Melayulah yang lambat laun akan menjadi bahasa pergaulan atau bahasa persatuan."
Selanjutnya perkembangan bahasa dan kesusastraan Indonesia banyak dipengaruhi oleh sastrawan Minangkabau, seperti Marah Rusli, Abdul Muis, Nur Sutan Iskandar, Sutan Takdir Alisyahbana, Hamka, Roestam Effendi, Idrus, dan Chairil Anwar. Sastrawan tersebut banyak mengisi dan menambah perbendaharaan kata, sintaksis, maupun morfologi bahasa Indonesia.
C. Peristiwa-peristiwa penting yang berkaitan dengan perkembangan bahasa Indonesia
• Tahun 1908 pemerintah kolonial mendirikan sebuah badan penerbit buku-buku bacaan yang diberi nama Commissie voor de Volkslectuur (Taman Bacaan Rakyat), yang kemudian pada tahun 1917 diubah menjadi Balai Pustaka. Badan penerbit ini menerbitkan novel-novel, seperti Siti Nurbaya dan Salah Asuhan, buku-buku penuntun bercocok tanam, penuntun memelihara kesehatan, yang tidak sedikit membantu penyebaran bahasa Melayu di kalangan masyarakat luas.
• Tanggal 16 Juni 1927 Jahja Datoek Kajo menggunakan bahasa Indonesia dalam pidatonya. Hal ini untuk pertamakalinya dalam sidang Volksraad, seseorang berpidato menggunakan bahasa Indonesia.
• Tanggal 28 Oktober 1928 secara resmi Muhammad Yamin mengusulkan agar bahasa Melayu menjadi bahasa persatuan Indonesia.
• Tahun 1933 berdiri sebuah angkatan sastrawan muda yang menamakan dirinya sebagai Pujangga Baru yang dipimpin oleh Sutan Takdir Alisyahbana.
• Tahun 1936 Sutan Takdir Alisyahbana menyusun Tatabahasa Baru Bahasa Indonesia.
D. Penyempurnaan ejaan
Ejaan-ejaan untuk bahasa Melayu/Indonesia mengalami beberapa tahapan sebagai berikut:
Ejaan van Ophuijsen
Ejaan ini merupakan ejaan bahasa Melayu dengan huruf Latin. Charles Van Ophuijsen yang dibantu oleh Nawawi Soetan Ma’moer dan Moehammad Taib Soetan Ibrahim menyusun ejaan baru ini pada tahun 1896. Pedoman tata bahasa yang kemudian dikenal dengan nama ejaan van Ophuijsen itu resmi diakui pemerintah kolonial pada tahun 1901. Ciri-ciri dari ejaan ini yaitu:
1. Huruf ï untuk membedakan antara huruf i sebagai akhiran dan karenanya harus disuarakan tersendiri dengan diftong seperti mulaï dengan ramai. Juga digunakan untuk menulis huruf y seperti dalam Soerabaïa.
2. Huruf j untuk menuliskan kata-kata jang, pajah, sajang, dsb.
3. Huruf oe untuk menuliskan kata-kata goeroe, itoe, oemoer, dsb.
4. Tanda diakritik, seperti koma ain dan tanda trema, untuk menuliskan kata-kata ma’moer, ’akal, ta’, pa’, dsb.
Ejaan Republik
Ejaan ini diresmikan pada tanggal 19 Maret 1947 menggantikan ejaan sebelumnya. Ejaan ini juga dikenal dengan nama ejaan Soewandi. Ciri-ciri ejaan ini yaitu:
1. Huruf oe diganti dengan u pada kata-kata guru, itu, umur, dsb.
2. Bunyi hamzah dan bunyi sentak ditulis dengan k pada kata-kata tak, pak, rakjat, dsb.
3. Kata ulang boleh ditulis dengan angka 2 seperti pada kanak2, ber-jalan2, ke-barat2-an.
4. Awalan di- dan kata depan di kedua-duanya ditulis serangkai dengan kata yang mendampinginya.
Ejaan Melindo (Melayu Indonesia)
Konsep ejaan ini dikenal pada akhir tahun 1959. Karena perkembangan politik selama tahun-tahun berikutnya, diurungkanlah peresmian ejaan ini.
Ejaan Bahasa Indonesia Yang Disempurnakan (EYD)
Ejaan ini diresmikan pemakaiannya pada tanggal 16 Agustus 1972 oleh Presiden Republik Indonesia. Peresmian itu berdasarkan Putusan Presiden No. 57, Tahun 1972. Dengan EYD, ejaan dua bahasa serumpun, yakni Bahasa Indonesia dan Bahasa Malaysia, semakin dibakukan.
Indonesia Malaysia sejak
(pra-1972) (pra-1972) 1972
Tj Ch C
Dj J J
ch kh Kh
Nj Ny Ny
Sj Sh Sh
J Y Y
Oe U U
Bahasa adalah bunyi yang di keluarkan oleh mulut sebagai alat ucap atau bicara yang di bentuk dalam sistem dari beberapa rangkaian hurup dan bersifat arbitrer yang digunakan tanpa ada aturan penggunaannya serta sebagai kesepakatan masyarakat.
2. Sejarah perkembangan bahasa Indonesia
A. Pengertian Bahasa Indonesia
Bahasa Indonesia adalah bahasa resmi Republik Indonesia dan bahasa persatuan bangsa Indonesia. Bahasa Indonesia diresmikan penggunaannya setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, tepatnya sehari sesudahnya, bersamaan dengan mulai berlakunya konstitusi. Di Timor Leste, Bahasa Indonesia berposisi sebagai bahasa kerja.
Dari sudut pandang linguistik, Bahasa Indonesia adalah suatu varian bahasa Melayu. Dasar yang dipakai adalah bahasa Melayu Riau dari abad ke-19. Dalam perkembangannya ia mengalami perubahan akibat penggunaanya sebagai bahasa kerja di lingkungan administrasi kolonial dan berbagai proses pembakuan sejak awal abad ke-20. Penamaan "Bahasa Indonesia" diawali sejak dicanangkannya Sumpah Pemuda, 28 Oktober 1928, untuk menghindari kesan "imperialisme bahasa" apabila nama bahasa Melayu tetap digunakan. Proses ini menyebabkan berbedanya Bahasa Indonesia saat ini dari varian bahasa Melayu yang digunakan di Riau maupun Semenanjung Malaya. Hingga saat ini, Bahasa Indonesia merupakan bahasa yang hidup, yang terus menghasilkan kata-kata baru, baik melalui penciptaan maupun penyerapan dari bahasa daerah dan bahasa asing.
Meskipun dipahami dan dituturkan oleh lebih dari 90% warga Indonesia, Bahasa Indonesia bukanlah bahasa ibu bagi kebanyakan penuturnya. Sebagian besar warga Indonesia menggunakan salah satu dari 748 bahasa yang ada di Indonesia sebagai bahasa ibu. Penutur Bahasa Indonesia kerap kali menggunakan versi sehari-hari (kolokial) dan/atau mencampuradukkan dengan dialek Melayu lainnya atau bahasa ibunya. Meskipun demikian, Bahasa Indonesia digunakan sangat luas di perguruan-perguruan, di media massa, sastra, perangkat lunak, surat-menyurat resmi, dan berbagai forum publik lainnya, sehingga dapatlah dikatakan bahwa Bahasa Indonesia digunakan oleh semua warga Indonesia.
Fonologi dan tata bahasa Bahasa Indonesia dianggap relatif mudah. Dasar-dasar yang penting untuk komunikasi dasar dapat dipelajari hanya dalam kurun waktu beberapa minggu.
B. Sejarah Perkembangan Bahasa Indonesia
Pemerintah kolonial Hindia-Belanda menyadari bahwa bahasa Melayu dapat dipakai untuk membantu administrasi bagi kalangan pegawai pribumi karena penguasaan bahasa Belanda para pegawai pribumi dinilai lemah. Dengan menyandarkan diri pada bahasa Melayu Tinggi (karena telah memiliki kitab-kitab rujukan) sejumlah sarjana Belanda mulai terlibat dalam standardisasi bahasa. Promosi bahasa Melayu pun dilakukan di sekolah-sekolah dan didukung dengan penerbitan karya sastra dalam bahasa Melayu. Akibat pilihan ini terbentuklah "embrio" bahasa Indonesia yang secara perlahan mulai terpisah dari bentuk semula bahasa Melayu Riau-Johor.
Pada awal abad ke-20 perpecahan dalam bentuk baku tulisan bahasa Melayu mulai terlihat. Di tahun 1901, Indonesia (sebagai Hindia-Belanda) mengadopsi ejaan Van Ophuijsen dan pada tahun 1904 Persekutuan Tanah Melayu (kelak menjadi bagian dari Malaysia) di bawah Inggris mengadopsi ejaan Wilkinson. Ejaan Van Ophuysen diawali dari penyusunan Kitab Logat Melayu (dimulai tahun 1896) van Ophuijsen, dibantu oleh Nawawi Soetan Ma’moer dan Moehammad Taib Soetan Ibrahim.
Intervensi pemerintah semakin kuat dengan dibentuknya Commissie voor de Volkslectuur ("Komisi Bacaan Rakyat" - KBR) pada tahun 1908. Kelak lembaga ini menjadi Balai Poestaka. Pada tahun 1910 komisi ini, di bawah pimpinan D.A. Rinkes, melancarkan program Taman Poestaka dengan membentuk perpustakaan kecil di berbagai sekolah pribumi dan beberapa instansi milik pemerintah. Perkembangan program ini sangat pesat, dalam dua tahun telah terbentuk sekitar 700 perpustakaan. Bahasa Indonesia secara resmi diakui sebagai "bahasa persatuan bangsa" pada saat Sumpah Pemuda tanggal 28 Oktober 1928. Penggunaan bahasa Melayu sebagai bahasa nasional atas usulan Muhammad Yamin, seorang politikus, sastrawan, dan ahli sejarah. Dalam pidatonya pada Kongres Nasional kedua di Jakarta, Yamin mengatakan,
"Jika mengacu pada masa depan bahasa-bahasa yang ada di Indonesia dan kesusastraannya, hanya ada dua bahasa yang bisa diharapkan menjadi bahasa persatuan yaitu bahasa Jawa dan Melayu. Tapi dari dua bahasa itu, bahasa Melayulah yang lambat laun akan menjadi bahasa pergaulan atau bahasa persatuan."
Selanjutnya perkembangan bahasa dan kesusastraan Indonesia banyak dipengaruhi oleh sastrawan Minangkabau, seperti Marah Rusli, Abdul Muis, Nur Sutan Iskandar, Sutan Takdir Alisyahbana, Hamka, Roestam Effendi, Idrus, dan Chairil Anwar. Sastrawan tersebut banyak mengisi dan menambah perbendaharaan kata, sintaksis, maupun morfologi bahasa Indonesia.
C. Peristiwa-peristiwa penting yang berkaitan dengan perkembangan bahasa Indonesia
• Tahun 1908 pemerintah kolonial mendirikan sebuah badan penerbit buku-buku bacaan yang diberi nama Commissie voor de Volkslectuur (Taman Bacaan Rakyat), yang kemudian pada tahun 1917 diubah menjadi Balai Pustaka. Badan penerbit ini menerbitkan novel-novel, seperti Siti Nurbaya dan Salah Asuhan, buku-buku penuntun bercocok tanam, penuntun memelihara kesehatan, yang tidak sedikit membantu penyebaran bahasa Melayu di kalangan masyarakat luas.
• Tanggal 16 Juni 1927 Jahja Datoek Kajo menggunakan bahasa Indonesia dalam pidatonya. Hal ini untuk pertamakalinya dalam sidang Volksraad, seseorang berpidato menggunakan bahasa Indonesia.
• Tanggal 28 Oktober 1928 secara resmi Muhammad Yamin mengusulkan agar bahasa Melayu menjadi bahasa persatuan Indonesia.
• Tahun 1933 berdiri sebuah angkatan sastrawan muda yang menamakan dirinya sebagai Pujangga Baru yang dipimpin oleh Sutan Takdir Alisyahbana.
• Tahun 1936 Sutan Takdir Alisyahbana menyusun Tatabahasa Baru Bahasa Indonesia.
D. Penyempurnaan ejaan
Ejaan-ejaan untuk bahasa Melayu/Indonesia mengalami beberapa tahapan sebagai berikut:
Ejaan van Ophuijsen
Ejaan ini merupakan ejaan bahasa Melayu dengan huruf Latin. Charles Van Ophuijsen yang dibantu oleh Nawawi Soetan Ma’moer dan Moehammad Taib Soetan Ibrahim menyusun ejaan baru ini pada tahun 1896. Pedoman tata bahasa yang kemudian dikenal dengan nama ejaan van Ophuijsen itu resmi diakui pemerintah kolonial pada tahun 1901. Ciri-ciri dari ejaan ini yaitu:
1. Huruf ï untuk membedakan antara huruf i sebagai akhiran dan karenanya harus disuarakan tersendiri dengan diftong seperti mulaï dengan ramai. Juga digunakan untuk menulis huruf y seperti dalam Soerabaïa.
2. Huruf j untuk menuliskan kata-kata jang, pajah, sajang, dsb.
3. Huruf oe untuk menuliskan kata-kata goeroe, itoe, oemoer, dsb.
4. Tanda diakritik, seperti koma ain dan tanda trema, untuk menuliskan kata-kata ma’moer, ’akal, ta’, pa’, dsb.
Ejaan Republik
Ejaan ini diresmikan pada tanggal 19 Maret 1947 menggantikan ejaan sebelumnya. Ejaan ini juga dikenal dengan nama ejaan Soewandi. Ciri-ciri ejaan ini yaitu:
1. Huruf oe diganti dengan u pada kata-kata guru, itu, umur, dsb.
2. Bunyi hamzah dan bunyi sentak ditulis dengan k pada kata-kata tak, pak, rakjat, dsb.
3. Kata ulang boleh ditulis dengan angka 2 seperti pada kanak2, ber-jalan2, ke-barat2-an.
4. Awalan di- dan kata depan di kedua-duanya ditulis serangkai dengan kata yang mendampinginya.
Ejaan Melindo (Melayu Indonesia)
Konsep ejaan ini dikenal pada akhir tahun 1959. Karena perkembangan politik selama tahun-tahun berikutnya, diurungkanlah peresmian ejaan ini.
Ejaan Bahasa Indonesia Yang Disempurnakan (EYD)
Ejaan ini diresmikan pemakaiannya pada tanggal 16 Agustus 1972 oleh Presiden Republik Indonesia. Peresmian itu berdasarkan Putusan Presiden No. 57, Tahun 1972. Dengan EYD, ejaan dua bahasa serumpun, yakni Bahasa Indonesia dan Bahasa Malaysia, semakin dibakukan.
Indonesia Malaysia sejak
(pra-1972) (pra-1972) 1972
Tj Ch C
Dj J J
ch kh Kh
Nj Ny Ny
Sj Sh Sh
J Y Y
Oe U U
Langganan:
Postingan (Atom)