Senin, 01 Agustus 2011

Ladu Ketan "IBU MUSTI'AH"



Indonesia mempunyai beraneka ragam suku bangsa berikut juga dengan budayanya. Setiap daerah memiliki memiliki adat istiadatnya masing-masing. Dari bahasa, tata cara sopan santun, adat istiadat dan lain sebaginya. (yang kalo disebutkan satu persatu gak akan cukup satu halaman penuh ini)

Begitu pula dengan makanan khas dari tiap daerahnya. beragam masakan khas indonesia begitu menggoda turis asing untuk datang ke indonesia dan mencicipi satu persatu makanan tersebut. Semisal dari Palembang ada pempek, dari jogjakarta ada brem, dari makasar ada soto dan masih banyak lagi.

Dari GARUT sendiri memiliki makanan khas yaitu dodol garut yang sudah sangat terkenal ke seluruh pelosok indonesia. Namun Garut tidak hanya memiliki dodol garut saja, suatu daerah di pesisian Garut namanya MALANGBONG memiliki makanan khas yaitu LADU KETAN.

Ladu ketan sendiri sebenarnya bukan baru-baru sekarang di buat, akan tetapi pertama kakli ladu di buat pada tahun 1928 oleh seorang perempuan yang bernama MUSTI'AH. awal nya ibu i'ah masyarakat biasa memanggilnya seperti itu membuat ladu hanya untuk olahan rumah atau beliau membuat jika ada hajatan -hajatan tetangga dan tentunya tidak di perjual belikan.

Akan tetapi seiring beriringnya zaman Ladu mulai di publikasikan dan diproduksi untuk di komersialkan. sejak saat itu ladu di produksi dalam jumlah besar. ibu i'ah pun tidak membuat sendiri beliau memproduksi ladu di bantu oleh cucunya.

sepeninggal ibu i'ah cucunya tersebut tidak berhenti memproduksi ladu, itu di karenakan permintaan konsumen yang cukup banyak. Sampai sekarang cucunya tetap memproduksi ladu dan dari hari ke hari permintaan ladu pun meningkat tajam.



Cucunya ibu i'ah yaitu pa ADE MASDUKI terus memproduksi ladu ketan. Rumah produksinya bertempat di jLn. Wado Malangbong Kp. Blok Kaum RT/RW 03/02 desa Malangbong Kecamatan Malangbong Kabupaten Garut. setiap harinya pa Ade dapat memproduksi Ladu mencapai 200pak perharinya dengan satu pak isinya 10 batang berarti pa ade meproduksi ladu 2000batang perharinya.

Karena ini adalah warisan dari ibu i'ah yaitu nenek dari pa Ade maka ia memberi label ladu hasil produksinya dengan Label LADU KETAN IBU MUSTI'AH.



jika anda berminat untuk mencoba makanan khas dari Malangbong, anda bisa langsung datang saja ke alamat yang tertera di atas. dan anda juga mendukung gerakan WE LOVE PRODUCT INDONESIA dan memajukan produksi anak-anak bangsa.

Harry Potter Diusahakan Segera Tayang Di Indonesia


Jakarta - Para penggemar 'Harry Potter' masih harap-harap cemas menunggu kepastian pemutaran 'Harry Potter and the Deathly Hallows II' di bioskop Indonesia. Menurut Ketua Umum Gabungan Pengusaha Bioskop Seluruh Indonesia (GPBSI) Johny Syafrudin, kisruh soal pajak film impor sudah menemukan sedikit titik terang.

"Sudah ada penyelesaian. Diusahakan secepatnya (bisa tayang di bioskop Indonesia)," ujarnya kepada detikhot, Rabu (13/7/2011).

Johnny menambahkan, pemerintah akan menunda untuk mengenakan pajak royalti 10% film impor selama dua tahun ke depan. Keputusan tersebut diambil agar para penikmat film Indonesia bisa kembali menyaksikan film-film Hollywood.

"Tinggal menunggu resminya dari pemerintah. Kalau pembicaraan, sudah menemukan titik temu," tambahnya.

'Harry Potter and the Deathly Hallows II' telah diputar perdana di Trafalgar Square, London, Inggris pada 7 Juli lalu. Sementara di Singapura, film yang dibintangi Daniel Radcliffe, Rupert Grint dan Emma Watson itu dijadwalkan tayang pada 14 Juli 2011.